E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Bukti Keseriusan Usut Kasus Pembunuhan Kepala Sekolah, kapolres HST Turun Langsung ke TKP

Kapolres HST AKBP Jupri Tampubolon berada di lokasi pembunuhan seorang Kepala Sekolah di Desa Banua Kupang
HULU SUNGAI TENGAH// KoreksiNews
- Peristiwa penganiayaan berat yang menyebabkan seorang Kepala Sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) meregang nyawa pada Senin (27/1/25) lalu, menjadi perhatian masyarakat. 

Pasca peristiwa berdarah itu, pihak kepolisian setempat langsung memburu pelaku yang identitasnya sudah diketahui tersebut. 

Terbaru, AKBP Jupri JHP Tampubolon bersama jajarannya turun langsung ke lokasi pembunuhan di Desa Banua Kupang, Kecamatan Labuan Amas Utara, Selasa (28/1/2025).

Tidak saja melakukan peninjauan namun orang nomor satu di jajaran Kepolisian Resor HST itu juga berbincang dengan warga guna menggali lebih dalam terkait peristiwa berdarah tersebut. 

Selain itu, AKBP Jupri juga menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya BI (50) Kepsek SDN 2 Mantaas.

Ia juga mengingatkan, proses penanganan kasus tetap berdasarkan aturan hukum yang berlaku.

“Terima kasih atas semua informasi dari masyarakat. Namun proses hukum kasus pembunuhan tetap sesuai aturan hukum acara pidana,” ujarnya. 

"Serta meyakinkan kepada keluarga korban untuk mempercayakan proses hukum kepada pihak Polres HST dan Polsek setempat," imbuh AKBP Jupri. 

Sejak awal, jajaran Polres HST menangani kasus pembunuhan tersebut sangat serius dan ingin cepat mengungkap sehingga memberikan rasa keadilan baik bagi keluarga korban dan masyarakat.

Sebelumnya, terbakar api cemburu, seorang pria berinisial MA alias Ugon (25) menghabisi nyawa BI (50) Kepsek SDN 2 Mantaas, dengan menggunakan senjata tajam jenis parang. 

MA alias Ugon tidak rela, bekas pujaan hatinya sedang menjalin hubungan asmara dengan korban. 

Waktu itu, korban BI sedang bertamu ke warung malam milik janda cantik dengan inisial RM Di Desa Banua Kupang RT.004 RW.002 Kecamatan Labuan Amas Utara.

Singkat cerita, tiba-tiba pelaku datang ke rumah MA dengan menenteng parang di tangan kanannya. 

Ia berteriak memanggil nama korban, menyuruh keluar rumah. Meskipun sempat dicegah keluarga RM, korban tetap menemui pelaku di halaman rumah. 

Nahas, pelaku yang terbakar api cemburu, tanpa ampun langsung menebas leher korban dengan sajam. 

Korban sempat berlari ke samping rumah RM, tapi berhasil dikejar pelaku. Hingga akhirnya Kepsek yang ternyata seorang duda itu, meregang nyawa akibat sejumlah mata luka ditubuhnya. (Nely)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??