E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Tidak Dapat Bansos, Nenek Rapika Harapkan Perhatian Pemerintah

KONAWE SELATAN // KoreksiNews
-  Di balik perayaan kemerdekaan, potret pilu Nenek Rapika, 75 tahun, di Desa Punggaluku, Kabupaten Konawe Selatan, menjadi pengingat betapa jauhnya kesejahteraan dari sebagian masyarakat. Hidup sebatang kara, ia menempati sebuah gubuk yang nyaris roboh, jauh dari kata layak huni.

Gubuk Nenek Rapika adalah gambaran nyata dari kemiskinan. Dindingnya terbuat dari bilah kayu lapuk, lantai tanah, dan atapnya hanyalah daun sagu yang sudah usang dan berlubang. Saat hujan, air dengan mudah membanjiri ruangannya. Kondisi fisiknya pun kian menurun; badannya rapuh, dan pandangannya kabur.

Nenek Rapika berharap perhatian pemerintah agar ia bisa segera mendapatkan bantuan yang layak untuk menjalani masa tuanya dengan lebih baik.

Terkait kondisi Nenek Rapika, Aryaningsih, Lurah Punggaluku, menjelaskan bahwa penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) diberikan kepada warga yang berhak berdasarkan data pendataan sebelumnya.

Untuk kasus rumah tidak layak huni, Aryaningsih menegaskan bahwa pihak kelurahan sudah mendata warga yang membutuhkan perbaikan. Bantuan akan segera disalurkan setelah data tersebut disetujui dan dananya cair. "Kami sudah mendata semua warga yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah. Begitu datanya disetujui, kami akan langsung salurkan," jelasnya Kepada Koreksinews. Selasa(19/08/2025).

Liputan : Ruddin Taumora
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
BAGAIMANA MENURUT ANDA