Dorong Kemandirian Pangan Nasional, BPP Kempas Gelar Bimtek Brigade Pangan Optimalisasi Lahan
Koreksi News
... menit baca
INDRAGIRI HILIR // KoreksiNews - Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (INHIL) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Brigade Pangan Optimalisasi Lahan, yang berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 18 November sampai 20 November 2025.
Kegiatan yang di gelar di kantor BPP kempas ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan di tingkat daerah hingga nasional.
Kepala Dinas Pertanian Indragiri Hilir, Umar, S.Pt menyampaikan bahwa program Brigade Pangan merupakan bentuk nyata dari semangat kemandirian dan inovasi petani milenial. Ia menegaskan, sektor pertanian tidak hanya berperan sebagai penghasil bahan pangan, tetapi juga sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
"Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan semangat baru kepada petani, khususnya generasi muda, bahwa pertanian adalah sektor yang modern, produktif, dan menjanjikan," katanya.
Umar menjelaskan, pelatihan Brigade Pangan difokuskan pada peningkatan kemampuan pengelolaan alat dan mesin pertanian, pencatatan keuangan usaha tani, serta penerapan prinsip pertanian berkelanjutan.
"Kita ingin petani memiliki literasi keuangan yang baik dan mampu mengelola modal serta hasil usahanya dengan efisien," ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat melahirkan Brigade Pangan Milenial yang tangguh, berjiwa wirausaha, dan mampu menjadi pelopor ketahanan pangan di daerah masing-masing. Beliau juga berpesan Brigade pangan menyediakan bahan baku untuk MBG ( makan bergizi gratis) di wilayah kerja masing masing yang sifatnya berkelanjutan.
"Kemandirian pangan nasional akan terwujud jika setiap daerah mampu mandiri dalam produksi dan distribusi pangan," tegasnya.Kordinator BPP Kempas, Eko Pirmanto S.E, S.P, dalam pemaparannya tentang Literasi dan Inklusi Keuangan. Ia menyoroti pentingnya pencatatan keuangan dalam setiap siklus usaha tani sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan.
"Petani kini harus berpikir sebagai pelaku bisnis. Catatan keuangan membantu mereka memahami arus modal, biaya produksi, hingga keuntungan bersih," jelasnya.
Cintia dari alumni mengabdi politeknik pembangunan pertanian (POLBANGTAN) Malang menambahkan, Brigade Pangan juga telah melakukan berbagai terobosan, seperti pencatatan penggunaan alat dan mesin pertanian, perintisan kerja sama dengan lembaga keuangan, serta kolaborasi dengan offtaker untuk memperluas pasar hasil panen. Inisiatif ini diharapkan memperkuat posisi petani dalam rantai ekonomi pertanian modern.
Sementara itu, narasumber lainnya, budi, SP menekankan pentingnya pengelolaan alat dan mesin pertanian yang berkelanjutan. Menurutnya, perawatan yang tepat tidak hanya meningkatkan efisiensi dan umur alat, tetapi juga menjaga lingkungan.
"Praktik pertanian berkelanjutan adalah investasi masa depan. Dengan cara ini, kita menjaga kesehatan tanah, mengurangi polusi, dan mewujudkan ketahanan pangan jangka panjang," ujarnya.
Ade Setiawan S.p, juga menilai, penerapan prinsip ramah lingkungan akan menciptakan citra positif bagi petani milenial.
"Pertanian modern harus menjadi gaya hidup baru anak muda. Dengan teknologi dan kesadaran lingkungan, pertanian bisa menjadi sektor yang keren sekaligus menguntungkan," ungkapnya.
Turut hadir Alumni mengabdi Politeknik Pembangunan Pertanian (POLBANGTAN) Malang yang ditugaskan Kementrian Pertanian untuk mendampingi brigade pangan, Dinas pertanian kabupaten Indragiri hilir, Pengawas penyuluhan Lapangan (PPL) Brigade pengan kempas jaya II dan Brigade pangan pekan tua(Ronaldi).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...

