E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Cegah Banjir Susulan, Pos Ramil Dabun Gelang Bersama Warga Uning Gelung Bangun Tanggul Secara Gotong Royong

GAYO // KoreksiNews
- Ancaman banjir susulan pasca bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Gayo Lues pada 25 November 2025 lalu tidak dianggap enteng. Respons cepat ditunjukkan Pos Ramil Dabun Gelang Koramil 03/Blangkejeren Kodim 0113/Gayo Lues dengan turun langsung ke lapangan, bergandeng tangan bersama warga Desa Uning Gelung, Kecamatan Dabun Gelang, membangun tanggul darurat sebagai langkah pencegahan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (20/12/2025) tersebut menyasar titik-titik rawan luapan air yang berpotensi kembali mengancam permukiman warga dan lahan persawahan.

Dengan semangat gotong royong yang masih terawat kuat, TNI dan masyarakat bahu-membahu menyusun karung berisi tanah dan pasir untuk membentuk tanggul penahan air.

Tak ada jarak antara seragam loreng dan pakaian warga. Semua menyatu dalam satu tujuan: mengamankan kampung dari ancaman bencana berulang. Suasana kerja di lapangan berlangsung penuh kekompakan, keringat bercampur lumpur, tapi semangat tetap solid.

Warga Desa Uning Gelung menyambut baik kehadiran TNI. Mereka tidak hanya hadir memberi instruksi, tapi ikut memikul karung, menyusun tanggul, dan memastikan pekerjaan berjalan efektif. Bagi masyarakat, kehadiran TNI di saat genting seperti ini bukan sekadar simbol negara, melainkan bukti nyata kepedulian.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah membantu. Kehadiran bapak-bapak TNI sangat berarti bagi kami pasca banjir ini,” ujar salah seorang warga di sela kegiatan.

Apresiasi juga disampaikan kepada personel Yon TP 855/Raksaka Dharma yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, memperkuat sinergi lintas satuan dalam penanganan pascabencana.

Danpos Ramil Dabun Gelang, Peltu Nurdin, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI AD di wilayah binaan. Menurutnya, Babinsa tidak hanya hadir saat kondisi aman, tetapi justru harus berada di tengah masyarakat ketika menghadapi kesulitan.

“Ini adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Babinsa hadir untuk membantu, menguatkan, dan memastikan masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi dampak bencana,” tegas Peltu Nurdin.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran TNI di lapangan diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian kolektif masyarakat terhadap keamanan, ketertiban, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayahnya masing-masing.

Langkah pembuatan tanggul ini menjadi contoh nyata bahwa mitigasi bencana tidak selalu menunggu proyek besar atau alat berat. Dengan kebersamaan, kecepatan respons, dan kepedulian lintas elemen, upaya perlindungan warga bisa dilakukan sejak dini.

Di tengah luka pasca banjir, Desa Uning Gelung menunjukkan satu hal penting: ketika negara dan rakyat berjalan seirama, ancaman sebesar apa pun bisa dihadapi bersama.

(Editor: kang Juna)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??