Usai Salat Jumat, Fraksi PKB DPR RI Salurkan Bantuan Banjir untuk Lima Desa di Kemukiman Marpunge Raya
Koreksi News
... menit baca
GAYO // KoreksiNews - Usai pelaksanaan Salat Jumat, 19 Desember 2025, kepedulian terhadap korban banjir di Kabupaten Gayo Lues kembali ditunjukkan oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI melalui program PKB Peduli Banjir Aceh Tahun 2025. Bantuan tersebut disalurkan khusus untuk masyarakat Kemukiman Marpunge Raya, Kecamatan Blangkejeren.
Bantuan kemanusiaan ini diserahkan langsung oleh Irmawan, Anggota DPR RI Fraksi PKB, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik terhadap masyarakat Aceh, khususnya wilayah pedalaman Gayo Lues yang terdampak bencana banjir dan longsor dalam beberapa waktu terakhir.
Adapun bantuan yang diberikan berupa beras, air mineral, mie instan, pampers, minyak goreng, selimut, serta telur, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat pascabencana. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi lima desa, yakni Desa Pintu Gayo, Marpunge, Jeret Onom, Kute Lengat, dan Singah Mulo.
Proses distribusi dilakukan secara terpusat dan tertib. Seluruh bantuan digudangkan di satu lokasi, yakni Rumah Kita, dan disaksikan langsung oleh seluruh Geucik (kepala desa) dari lima desa penerima. Selanjutnya, bantuan dijemput oleh masing-masing Geucik menggunakan angkutan desa, dengan biaya angkut yang juga telah diperhitungkan, guna memastikan distribusi berjalan adil dan tidak memberatkan pihak desa.
Untuk menjaga transparansi dan ketepatan sasaran, pengontrolan pembagian bantuan dipercayakan kepada Jenal Abidin, S.PdI, yang ditunjuk langsung sebagai penanggung jawab pengawasan di lapangan. Mekanisme ini dilakukan agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, tanpa tumpang tindih dan tanpa celah penyalahgunaan.
Salah satu tokoh masyarakat Kemukiman Marpunge Raya, Irpan Azhari, kepada media menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Fraksi PKB DPR RI.
“Di tengah kondisi masyarakat yang masih berjuang memulihkan diri pascabanjir, bantuan ini sangat berarti. Ini bukan hanya soal barang, tapi soal kehadiran dan kepedulian. Kami berharap bantuan seperti ini terus berlanjut dan pemerintah pusat semakin memberi perhatian pada daerah-daerah rawan bencana seperti Gayo Lues,” ujar Irpan.
Ia juga menilai pola distribusi yang melibatkan langsung para Geucik sebagai langkah tepat untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan bantuan sampai ke tangan warga yang benar-benar terdampak.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa solidaritas dan kerja sama antara wakil rakyat, pemerintah desa, dan masyarakat masih menjadi fondasi kuat dalam menghadapi bencana. Di saat alam menguji, gotong royong kembali menjadi bahasa paling jujur dari kemanusiaan.
Bagi masyarakat Kemukiman Marpunge Raya, bantuan ini bukan akhir dari perjuangan, tetapi energi awal untuk bangkit kembali—pelan tapi pasti, dari desa, oleh desa, dan untuk desa.
(Editor: Kang Juna)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
