E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Melalui Program Kamis Beradat, Bupati Ajak Masarakat Lestarikan Bahasa Lampung

WAYKANAN //KoreksiNews
- Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam melestarikan Bahasa Lampung sebagai bagian dari warisan budaya daerah yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

Ajakan tersebut disampaikan Ayu Asalasiyah dalam rangka mendukung Program Kamis Beradat yang diinstruksikan oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan mulai diterapkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan.

Menurut Ayu Asalasiyah, Program Kamis Beradat tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi langkah konkret untuk menumbuhkan kembali kebanggaan terhadap bahasa dan budaya Lampung di tengah arus modernisasi.

Ia menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Way Kanan harus menjadi garda terdepan dalam penggunaan Bahasa Lampung, baik dalam komunikasi sehari-hari maupun saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui Kamis Beradat, kita ingin Bahasa Lampung benar-benar hidup dan digunakan, terutama di lingkungan pemerintahan. ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat,” ujar Ayu Asalasiyah, Senin (19/01/2026).

Selain di lingkungan pemerintahan, Ayu Asalasiyah juga menilai pelestarian Bahasa Lampung perlu diperkuat melalui sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi muda.

Ia mendorong sekolah-sekolah di Way Kanan agar terus mengajarkan serta membiasakan penggunaan Bahasa Lampung kepada para peserta didik sejak usia dini.

“Anak-anak kita harus dikenalkan sejak dini dengan Bahasa Lampung. Jangan sampai mereka tumbuh tanpa mengenal bahasa dan budayanya sendiri,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati Way Kanan tersebut menekankan bahwa tanggung jawab menjaga bahasa dan budaya Lampung bukan hanya berada di pundak pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Ia mengajak warga untuk menggunakan Bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun dalam pergaulan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap identitas daerah.

“Kalau bukan kita sebagai warga Lampung, siapa lagi yang akan melestarikan bahasa dan budaya kita. Ini adalah tanggung jawab bersama demi masa depan identitas daerah kita,” tegasnya.

Bupati berharap, melalui sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat, Bahasa Lampung dapat terus lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang, seiring Program Kamis Beradat yang diharapkan menjadi budaya baru di Way Kanan ( Ibrahim)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??