Tiga Unit Alat Berat Excavator Zeni AD Tiba di Kodim 0113/Gayo Lues, Siap Perbaiki Jalan Rusak Akibat Bencana Alam
Koreksi News
... menit baca
GAYO // KoreksiNews - Upaya percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana alam di Kabupaten Gayo Lues terus dilakukan. Sebanyak 3 unit alat berat jenis excavator milik Zeni Angkatan Darat telah tiba dan diterima di Kodim 0113/Gayo Lues untuk mendukung perbaikan jalan lintas yang mengalami kerusakan berat akibat bencana alam Aceh.Rabu,( 21/01/2026)
Kedatangan alat berat tersebut merupakan bentuk dukungan nyata TNI Angkatan Darat dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat guna mempercepat penanganan dampak bencana, khususnya pada sektor infrastruktur jalan yang menjadi akses vital bagi aktivitas warga.
Dandim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, S.H., menjelaskan bahwa ketiga unit excavator tersebut akan segera dioperasionalkan untuk menangani sejumlah titik jalan lintas yang mengalami kerusakan parah.
“Alat berat ini akan digunakan untuk memperbaiki jalan lintas yang rusak berat akibat bencana alam, sehingga akses transportasi masyarakat dapat kembali normal dan aman,” ujar Dandim.
Lebih lanjut disampaikan, perbaikan jalan lintas ini sangat penting mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat, termasuk untuk distribusi bahan pokok, hasil pertanian, serta akses pelayanan kesehatan dan pendidikan.
Dengan tibanya tiga unit excavator dari Zeni Angkatan Darat ini, diharapkan proses perbaikan jalan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Kodim 0113/Gayo Lues bersama unsur terkait akan terus bersinergi dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan demi mempercepat pemulihan kondisi wilayah pasca bencana alam.
Masyarakat Kabupaten Gayo Lues pun menyambut baik kehadiran alat berat tersebut dan mengapresiasi langkah cepat TNI yang terus hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat dan pasca bencana.(Kang Juna).
(Pendim 0113/ Gayo Lues)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
