Klaim Keberhasilan Selama Satu Tahun, Sementara Warga Terus Menunggu Visi Misi Yang Tak Kunjung Dirasakan
Koreksi News
... menit baca
PASAMAN BARAT //KoreksiNews - Sebuah klaim keberhasilan dari sejumlah program yang direalisasikan selama satu tahun genap masa kepemimpinan Bupati Yulianto dan Wakil Bupati M.Ihpan, dalam rilisan resmi Diskominfo telah menuai kritikan. Faktanya sampai saat ini warga mengakui belum ada satupun janji visi dan misi yang dapat dirasakan 27 Maret 2026 Provinsi Sumatera Barat.
Ironis, sebuah klaim pencapaian Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat, selama satu tahun kepemimpinan Bupati Yulianto dan Wakil Bupati M. Ihpan justru menimbulkan kritik tajam, justifikasi keberhasilan dari berbagai program yang direalisasikan malah memunculkan keraguan publik atas kebenaran tersebut.
Adapun progam yang telah terealisasi melalui sumber resmi Diskominfo Pasbar antara lain, pembangunan TK, PAUD, SD, SMP sebanyak 205 unit, tiga paket pengadaan peralatan SD, peningkatan budaya baca literasi, program pembinaan perpustakaan, dan pelestarian koleksi Nasional yang memiliki sebanyak dua belas kegiatan.
Selain itu dalam bidang kesehatan juga direalisasikan antara lain: penguatan Puskesmas pelaksanaan, (Ipal dan Renovasi Pustu), sebanyak delapan instansi, renovasi Pustu, renovasi bangunan ruang pelayanan, sarana dan prasarana pelayanan KB, pemeriksaan kesehatan gratis, peningkatan layanan kesehatan masyarakat sesuai siklus hidup, upaya diteksi dini preventif, dan respon penyakit.
Tambahnya. Kalibrasi alat kesehatan pada Puskesmas dan RSUD, bantuan CSR perusahaan untuk program RLTH, sarana prasarana pelayanan KB. Pengadaan ambulance Puskesmas, pengadaan alat kesehatan, BOK Kabupaten (dinas), BOK Puskesmas, BOK Pom, jaminan kesehatan Sumbar sakato, pelayanan CKG, bantuan beras cadangan pangan CPPD sebanyak sepuluh Kecamatan, dan bantuan beras cadangan CPP sebanyak sembilan Kecamatan.
Dalam bidang sosial budaya antara lain: Perlindungan perempuan dan anak, bantuan alat kesenian, pembangunan enam SPPG, Sekolah Rakyat, upaya deteksi dini, preventif dan responsif penyakit, kalibrasi alat kesehatan pada Puskesmas dan RSUD, bantuan CSR perusahaan untuk RTLH, pematangan lahan, pembangunan rumah rusak berat dan sedang, serta dana hibah bidang sosial dan kebudayaan.
Seterusnya bidang ekonomi antara lain: Perlindungan sosial bagi pekerja perkebunan sawit, pembangunan Kopdes, BPBL, pengembangan desa B2SA, layanan penyuluh pertanian, layanan operasional Puskeswan, peningkatan produksi dan mutu hasil tanaman pangan, perbaikan infrastruktur optimasi lahan, bantuan kegiatan pekarangan pangan bergizi, bantuan Alzin pengering, bantuan benih oplah dan koperasi merah putih.
Sedangkan bidang infrastruktur antara lain: pembangunan jalan simpang bescamp kampung Paraman, pembangunan jalan Simpang Tiga Alin, pembangunan jembatan Pigogah, jembatan Patibubur, jembatan Sungai Tarok, pembangunan drainase perkotaan, normalisasi Sungai Batang Laping, dan pembangunan sisi darat Pelabuhan Teluk tapang.
Namun hasil data resmi tersebut masih memunculkan kritikan, sejumlah warga masih mengakui realisasi visi misi Bupati Yulianto dan wakil bupati M.ihpan belum dapat dirasakan sama sekali.
Warga juga menilai publikasi pencapaian program yang sudah direalisasikan itu malah di anggap hanya sekedar claim politik dan pencitraan saja. Buktinya dari beberapa visi misi yang dijanjikan masa kampanye dulu dianggap tidak ada satupun yang dapat direalisasikan.
"Kemungkinan Pemkab Pasbar akan kebakaran jenggot setelah masyarakat mengetahui info yang mereka edarkan, malah dianggap hanya sekedar pencitraan dan politik claim," ucap warga.
Adapun program unggulan Bupati Yulianto dan Wakil Bupati M.Ihpan yang dinilai tak kunjung direalisasikan, yakni, janji berobat gratis, satu Dokter dalam satu Nagari, satu Bidan satu Jorong, ambulance untuk daerah terpencil, pendidikan gratis 12 tahun, 1000 Tahfiz, dan1000 Wira Usaha.
Tidak hanya itu masyarakat juga diberikan harapan palsu, berupa, penyediaan alsintan gratis, meningkatkan kualitas dan kesejahteraan ASN, meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan, pemberdayaan tokoh masyarakat, adat dan milenial, pemilihan Wali Nagari defenitif Tahun 2025, serta pembinaan dan peningkatan kesejahteraan Atlet berprestasi.
Berbeda dengan Yusril ihza Mahendra, isu tersebut justru ditanggapi dengan bijak, ia menilai publikasi itu malah akan menjadi benalu terhadap citra Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, bahkan bisa menjadi jeratan data yang dapat menimbulkan konsekuensi pidana.
"Boleh jadi publikasi itu akan menjadi data bagi Publik kedepan, untuk memaksakan ketransparansian anggaran daerah kabupaten Pasaman Barat tahun 2025-2026", tegas Yusril.
Hingga saat ini, publikasi resmi dari Diskominfo, mengenai keberhasilan refleksi kepemimpinan satu tahun Bupati Yulianto dan Wakil Bupati M.Ihpan justru menjadi pantulan di tengah masyarakat.
Penulis : Hamidan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
