Kisah Inspiratif dari Garut: Pak Tono dan Cuan dari Kandang Ayam Petelur
Koreksi News
... menit baca
GARUT // KoreksiNews - Di tengah fluktuasi ekonomi global yang tidak menentu akibat dinamika geopolitik dunia, seorang warga Desa Kopo, Kecamatan Cangkuang, membuktikan bahwa peluang emas justru seringkali ada di halaman rumah sendiri. Ialah Bapak Tono, sosok peternak ayam petelur yang sukses mengubah ketekunan menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
Saat ini, Pak Tono mengelola sekitar 2.000 ekor ayam petelur. Setiap pagi, suasana kandangnya riuh dengan aktivitas panen telur yang melimpah.Kepada Koreksi News*, Pak Tono membagikan rahasia optimismenya dalam menekuni usaha ini.
Peluang Manis di Balik Harga yang Stabil
Menurut Pak Tono, kunci keberhasilan usaha ini terletak pada kebutuhan pokok masyarakat yang terus ada. Ia menjelaskan bahwa harga telur saat ini tergolong stabil dan sangat menguntungkan bagi peternak.
* Harga Jual: Berkisar antara Rp24.000 hingga Rp26.000 per kilogram.
* Produksi: Panen dilakukan setiap hari, memastikan arus kas (cash flow) yang lancar.
* Pemasaran: Sangat mudah karena permintaan yang tinggi.
"Alhamdulillah, hasilnya lumayan. Untuk pemasaran pun tidak sulit. Banyak mitra dari dapur-dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi pelanggan tetap kami," ujar Pak Tono saat ditemui di kandangnya.
Melawan Krisis dengan Kreativitas
Di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok akibat dampak geopolitik global, Pak Tono berpesan agar masyarakat tidak menyerah pada keadaan. Baginya, kuncinya adalah kreativitas, kerja keras, dan jeli melihat peluang.
Ternak ayam petelur dinilai sebagai prospek yang sangat bagus bagi masyarakat yang ingin mandiri secara ekonomi. Usaha ini bukan sekadar tentang memberi pakan, tapi tentang konsistensi dalam menjaga kualitas.
Terbuka untuk Berbagi Ilmu
Bagi warga yang tertarik untuk mengikuti jejak suksesnya, Pak Tono membuka pintu lebar-lebar. Ia berkomitmen untuk membagikan ilmu dan pengalamannya kepada siapa saja yang memiliki keinginan kuat untuk belajar.
"Ayo, siapa yang tertarik menekuni usaha ini? Saya dengan senang hati berbagi ilmu agar kita bisa sukses bersama," ajaknya dengan penuh semangat.
Kisah Pak Tono adalah pengingat bahwa di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Dari sudut kecil di Cangkuang, Garut, ia telah membuktikan bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari langkah nyata yang sederhana namun tekun.
Liputan : Yayan Sopyan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
