Klarifikasi SPPG Mekar Jaya Terkait Video Viral Penolakan Menu MBG di SMAN 7 Kerinci
Koreksi News
... menit baca
KERINCI // KoreksiNews - Baru-baru ini, sebuah video yang menarasikan penolakan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 7 Kerinci beredar luas di media sosial pada Selasa (14/04/2026). Penolakan tersebut diduga dilakukan oleh salah satu oknum guru di sekolah tersebut.
Menanggapi hal itu, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekar Jaya, Kecamatan Kayu Aro, memberikan klarifikasi mengenai kronologis kejadian saat penyaluran MBG berlangsung.
Sesuai Juknis dan Standar Gizi
Pihak SPPG Mekar Jaya menegaskan bahwa seluruh proses penyediaan makanan telah berjalan sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis), standar gizi, serta ketentuan anggaran Bantuan Pemerintah (Banper).
Menu yang disajikan kepada siswa telah disusun berdasarkan perencanaan mingguan yang terukur. Skema pembiayaan program juga menjadi acuan dasar dalam menentukan komposisi makanan, yakni Rp10.000 untuk porsi besar dan Rp8.000 untuk porsi kecil.
"Program ini adalah program pemerintah dengan standar tertentu, bukan layanan kuliner bebas. Penyusunan menu dilakukan berdasarkan perhitungan gizi dan anggaran yang ketat," ujar perwakilan SPPG Mekar Jaya.
Fakta di Lapangan
Pihak SPPG menilai narasi penolakan yang viral di media sosial tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, tidak ditemukan adanya penolakan terhadap menu, termasuk menu telur yang sempat menjadi sorotan.
Dalam video tersebut, sejumlah siswa justru menjelaskan bahwa mereka tidak sempat mengambil makanan karena sedang fokus mempersiapkan kegiatan perpisahan sekolah. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa isu penolakan menu oleh oknum guru tersebut tidak sepenuhnya benar dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Bukan Program Komersial
Menanggapi kritik bahwa menu MBG terkesan monoton, SPPG menegaskan bahwa variasi menu tetap ada namun harus menyesuaikan batasan anggaran. Mereka menekankan bahwa MBG adalah program intervensi gizi, bukan program komersial yang mengedepankan selera individu.
"Kami bekerja berdasarkan juknis dan sistem yang sudah ditetapkan. Tidak benar jika disebut asal-asalan atau tanpa perencanaan," tegasnya.
Sinergi dan Kebijaksanaan Informasi
Meskipun banyak warganet yang mengapresiasi program ini karena membantu pemenuhan gizi siswa, beredarnya informasi yang tidak utuh tetap memicu kebingungan publik.
Pihak SPPG Mekar Jaya berharap agar pihak sekolah dan masyarakat dapat menyampaikan informasi secara utuh dan berimbang untuk menghindari kesalahpahaman. Mengingat MBG adalah kebijakan strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi peserta didik, sinergi antara penyedia layanan dan pihak sekolah sangatlah krusial.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak SMA Negeri 7 Kerinci terkait insiden tersebut. Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam bermedia sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang belum terverifikasi kebenarannya.(Boby)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
