Badai Ekonomi Hantam Garut: Daya Beli Lesu, Industri Pailit, dan Ritel Berguguran
Koreksi News
... menit baca
GARUT // KoreksiNews - Sektor komersial dan industri di Kabupaten Garut tengah menghadapi tekanan ekonomi yang sangat berat. Kombinasi antara penurunan daya beli masyarakat yang drastis, kebangkrutan perusahaan manufaktur besar, hingga isu stabilitas usaha kini mengancam pertumbuhan ekonomi daerah. Kamis(21/05/2026).
Salah satu pukulan terberat bagi sektor industri manufaktur di Garut adalah runtuhnya PT Danbi Internasional. Perusahaan besar yang bergerak di bidang pembuatan bulu mata palsu di Kecamatan Garut Kota ini telah resmi dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.
Akibat kebangkrutan mendadak tersebut, badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal tidak dapat dihindari. Sebanyak 2.072 karyawan kini kehilangan mata pencaharian mereka. Saat ini, ribuan buruh yang terdampak masih berjuang menuntut kejelasan terkait pembayaran upah terakhir dan uang pesangon, yang kini sedang dalam penanganan intensif oleh Dinas Ketenagakerjaan setempat.
Dampak lesunya ekonomi ini juga menjalar kuat ke sektor retail dan pusat perbelanjaan modern. Di Garut Plaza, situasinya kian memprihatinkan. Penurunan daya beli masyarakat yang merosot tajam memaksa sejumlah pemilik toko menghentikan operasional mereka secara permanen dan merumahkan para karyawannya demi menekan biaya kerugian. Pihak pengelola pasar modern terus berupaya memotivasi para pedagang yang tersisa agar tetap bertahan dan optimistis di tengah situasi yang sulit ini.
Menanggapi fenomena ini, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Garut juga menyoroti tantangan lain yang memperkeruh iklim investasi. Selain faktor melemahnya daya beli, kenyamanan berbisnis di Garut terganggu oleh maraknya aksi premanisme dan tekanan dari oknum organisasi kemasyarakatan (ormas). Faktor eksternal ini dinilai kian memperparah pembengkakan biaya operasional dan menghambat efisiensi dunia usaha.
Kondisi ini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Garut. Diperlukan langkah taktis dan kebijakan stimulus ekonomi yang nyata untuk menyelamatkan sektor komersial, melindungi hak-hak pekerja yang di-PHK, serta mengembalikan kepercayaan para investor di Kabupaten Garut.
Kontributor: Yayan Sopian, S.E
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
