Disebut 'Liar' oleh Ketum Pusat, LSM yang Ancam Aktivis Tambang Ratatotok Ternyata Belum Terdaftar
Koreksi News
... menit baca
SULAWESI UTARA // KoreksiNews - Tensi ketegangan di wilayah lingkar tambang Ratatotok kembali meningkat. Kali ini, Aktivis Masyarakat Lingkar Tambang, Deddy Rundengan, menjadi pusaran polemik setelah mendapat ancaman laporan polisi dari pihak yang mengatasnamakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PROJAMIN (Profesional Jaringan Mitra Negara) Sulawesi Utara.
Ancaman tersebut mencuat menyusul beredarnya pemberitaan yang menuding Deddy terlibat dalam pusaran aliran dana dari pemilik tambang ilegal ke sejumlah media dan LSM. Tidak tanggung-tanggung, narasi tersebut mendesak aparat penegak hukum untuk segera memeriksa sang aktivis.
Deddy Rundengan: Tudingan Itu Absurd dan Salah Alamat
Saat dikonfirmasi, Deddy Rundengan membantah keras tuduhan tersebut. Ia menilai pemberitaan yang menyudutkan dirinya sangat tendensius dan tidak memiliki dasar hukum yang jelas.
“Media bahkan secara membabi buta meminta Kapolri dan Kapolda Sulut mengusut saya. Apa urusannya? Kapan saya memegang uang pengusaha tambang?” ujar Deddy dengan nada heran melalui sambungan WhatsApp, Senin malam.
Deddy menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah terlibat dalam urusan domestik maupun finansial para pengusaha tambang di wilayah tersebut, sehingga tudingan yang dialamatkan kepadanya dinilai salah sasaran.
keabsahan hukum LSM itu sangat rumit dan kacau, Legalitas: Ketum Pusat Sebut PROJAMIN Sulut Belum Sah Terbentuk
Menyikapi ancaman laporan polisi tersebut, Deddy tidak tinggal diam. Guna memastikan keabsahan gerakan yang menyerangnya, ia langsung melakukan konfirmasi darurat kepada Ketua Umum DPP PROJAMIN di Jakarta.
Hasilnya cukup mengejutkan. Berdasarkan keterangan resmi dari pucuk pimpinan tertinggi organisasi tersebut, kepengurusan PROJAMIN di wilayah Sulawesi Utara, khususnya Bolaang Mongondow (Bolmong), ternyata belum sah terbentuk.
“Jadi PROJAMIN yang mengancam saya itu bisa dibilang liar (tidak resmi). Pihak pusat justru terkejut dengan adanya pergerakan ini,” ungkap Deddy.
Ditawari Mandat Pimpin PROJAMIN Sulut
Menariknya, perseteruan ini justru berujung plot twist. Pasca-klarifikasi tersebut, Deddy mengaku hubungan komunikasinya dengan pengurus pusat PROJAMIN malah berjalan positif.
Bukannya dipolisikan, sang aktivis justru mendapat apresiasi dan tawaran politik yang tak terduga. “Buntut dari klarifikasi ini, saya malah ditawari langsung oleh Ketua Umum untuk memimpin dan memegang mandat resmi PROJAMIN di Sulawesi Utara,” pungkas Deddy menyudahi pembicaraan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak yang mengatasnamakan PROJAMIN Sulut belum memberikan keterangan resmi terkait status kelembagaan mereka maupun respons atas pernyataan terupdate dari Deddy Rundengan.(Dave Adante).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
