E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Jawab Isu Liar!! Bupati La Hamidi Buka-Bukaan Soal Status Rumah di Namrole dan Ambon

BURU SELATAN // KoreksiNews
- Menanggapi isu yang berkembang di masyarakat terkait pengadaan rumah Sekretaris Daerah (Sekda) dan penggunaan rumah singgah di Ambon, Bupati Buru Selatan, La Hamidi, SH, memberikan klarifikasi resmi. Penjelasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di ruang publik.

Melalui pesan singkat WhatsApp, Bupati menegaskan bahwa rumah jabatan Sekda di Namrole bukanlah aset yang dibeli secara permanen, melainkan rumah yang disewa menggunakan APBD senilai Rp150 juta. 

"Dengan demikian, tidak ada kepemilikan pribadi atas rumah tersebut, baik oleh Bupati, Sekda, maupun pihak lainnya. Seluruh proses penganggaran dan pelaksanaan sudah sesuai dengan ketentuan pengelolaan keuangan daerah yang berlaku," tegas Bupati.

Terkait rumah yang digunakan di Ambon, La Hamidi menjelaskan bahwa rumah tersebut dikontrak sepenuhnya menggunakan dana pribadi, bukan bersumber dari APBD. Menurutnya, hal ini adalah bentuk komitmen untuk memisahkan kepentingan pribadi dengan urusan pemerintahan.

Menariknya, rumah tersebut ternyata memiliki fungsi sosial. Banyak warga Buru Selatan yang sedang berada di Ambon memanfaatkan rumah itu sebagai tempat singgah atau beristirahat. Bahkan, ada beberapa mahasiswa asal Buru Selatan yang ditampung di sana selama menempuh studi.

"Namun, sungguh tak elok bila saya buka (detailnya) di sini, nanti malah dipolitisir lagi," ungkap Bupati sembari tersenyum.

Di akhir penjelasannya, Bupati La Hamidi menegaskan bahwa dirinya tidak anti-kritik. Ia mengaku terbuka terhadap masukan masyarakat selama disampaikan secara proporsional dan berbasis data, bukan sekadar opini yang menggiring persepsi keliru.

Klarifikasi Bupati ini diperkuat oleh pernyataan Temon Haris Hukunala, seorang tokoh pemuda asal Desa Waemulang, Kecamatan Leksula. Pada Jumat (1/5/2026), Temon menceritakan pengalamannya saat dibantu oleh keberadaan rumah tersebut.

"Saya pernah berada di Ambon dalam kondisi sulit. Beruntung ada teman yang mengajak ke rumah kontrakan Bapak Bupati untuk beristirahat. Itu sangat membantu," kata Temon. 

Ia juga meluruskan tudingan miring lainnya. "Sejauh yang saya tahu, tidak ada pejabat di lingkup Pemkab Buru Selatan yang mengontrak rumah di Ambon menggunakan dana APBD," tambahnya.

Temon mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. 

"Hari ini saya mengajak keluarga besar Buru Selatan untuk bergandengan tangan membangun daerah. Mari Baku Keku Jang Baku Kuku (Mari saling merangkul, jangan saling mencakar). Kalau ada yang dianggap janggal soal anggaran, sebaiknya kroscek dulu ke pihak terkait atau DPRD agar tidak termakan hoaks," tegasnya.(Amar S)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??