E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Saat Ketulusan Menghapus Air Mata, Bang YD: Perjuangan Itu Tentang Kepedulian Kecil yang Berarti Bagi Sesama

GUNUNGSITOLI // KoreksiNews
- Di tengah hiruk-pikuk dunia yang sering kali sibuk dengan urusannya sendiri, sebuah potret kemanusiaan yang hangat tersaji di Bethesda Kota Gunungsitoli, Jumat (22/5/2026). Melalui aksi nyata, Tokoh masyarakat Yusman Dawolo atau yang di akrab di sapa Bang YD ini membuktikan bahwa politik dan pergerakan sosial terbaik adalah yang bergerak dengan hati.

Rombongan Gerakan Peduli datang bukan untuk sekadar formalitas organisasi, melainkan membawa misi suci: menjenguk Yakin Perdamaian Zebua yang tengah terbaring sakit. Di dalam ruang perawatan yang sunyi, kehadiran mereka seketika mengubah suasana menjadi penuh keharuan yang mendalam.

Bagi keluarga Yakin Perdamaian Zebua, hari-hari belakangan ini terasa berat. Menghadapi penyakit sekaligus beban biaya pengobatan yang terus menumpuk sering kali memicu rasa putus asa. Namun, kedatangan Gerakan Peduli seolah menjadi jawaban atas doa-doa mereka dalam sepi. Mereka hadir membawa doa, perhatian, dan bantuan tali kasih yang meringankan beban fisik serta mental keluarga.

"Gerakan Peduli harus menjadi rumah bersama. Ketika ada yang sakit, kita hadir. Ketika ada yang susah, kita bergerak."

Pesan mendalam itu ditegaskan oleh Bang Yusman Dawolo. Pria yang dikenal visioner ini memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli yang konsisten berada di garis depan kemanusiaan.

"Gerakan Peduli harus hadir saat rakyat membutuhkan. Kepedulian seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat," ujar Bang YD. Beliau menambahkan bahwa sebuah gerakan sosial kehilangan maknanya jika hanya terjebak dalam gagasan besar tanpa menyentuh sisi kemanusiaan yang paling mendasar.

"Perjuangan bukan hanya bicara besar di luar, tetapi tentang kepedulian kecil yang sangat berarti bagi sesama," tambahnya retoris.

Suasana di ruang perawatan memuncak dalam haru ketika bantuan tali kasih dari Bang YD diserahkan secara langsung oleh Valentina Daeli.

Dengan mata berkaca-kaca dan suara yang lirih menahan ombak emosi, Yustina, perwakilan keluarga pasien, menyampaikan rasa terima kasihnya yang tak terhingga. Bagi Yustina, kehadiran rombongan ini adalah bukti nyata bahwa Tuhan tidak membiarkan mereka berjalan sendirian di lorong gelap ujian hidup.

"Kami sangat terharu atas perhatian dari Bang YD dan teman-teman Gerakan Peduli. Dalam kondisi seperti ini, perhatian sekecil apa pun terasa sangat besar bagi kami. Kami tidak bisa membalas kebaikan ini. Kiranya Tuhan yang membalas semuanya," ungkap Yustina tulus.

Bukan angka atau nominal bantuan yang membuat air matanya menetes, melainkan ketulusan yang datang mengetuk pintu ruangan mereka.

"Kehadiran kami hari ini adalah bentuk kasih dan perhatian bahwa saudara kita tidak sendiri menghadapi masa sulit ini. Kami semua berdoa agar beliau segera sembuh," ujar salah satu perwakilan Gerakan Peduli di lokasi.

Aksi nyata di RS Bethesda ini menjadi tamparan positif bagi kita semua. Di tengah dunia yang kerap diwarnai obral janji dan pidato retorika, Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli memilih jalan sunyi yang berdampak besar: hadir, menyentuh, dan meringankan.

Satu kunjungan mungkin tidak langsung menyembuhkan penyakit, tetapi ia berhasil menyembuhkan rasa sepi dan putus asa. Sebuah tindakan sederhana yang menjadi cahaya harapan tak ternilai harganya bagi masyarakat kecil.

Editor : Ganda Pasaribu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??