Dinas Ketenagakerjaan Gunungsitoli Genjot Kapasitas ULD Ketenagakerjaan, Dorong Dunia Kerja Ramah Disabilitas
GUNUNGSITOLI // KoreksiNews - Pemerintah Kota Gunungsitoli bergerak cepat dalam mewujudkan kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas di dunia kerja. Langkah konkret ini diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli yang digelar di Gedung DEKRANASDA setempat.Jumat(26/06/2026).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli yang bekerja sama dengan Center for Disaster Risk Management and Community Development Studies* (CDRM&CDS) Nias.
Sekretaris Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli, Andrie, S.Pd., M.M., dalam arahannya menyampaikan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama di sektor ketenagakerjaan. Namun, tantangan di lapangan hingga kini masih tergolong besar.
"Tantangan utamanya adalah kurangnya pemahaman dari penyedia kerja terkait hak-hak penyandang disabilitas, serta bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung," ujar Andrie.
Menurut Andrie, minimnya pemahaman ini membuat banyak pekerja disabilitas berada dalam kondisi yang tidak setara, kurang nyaman, bahkan rentan terhadap diskriminasi. Padahal, dengan penyesuaian fasilitas yang layak, mereka mampu bekerja secara produktif dan memberikan kontribusi nyata.
Ia juga menegaskan bahwa pemenuhan hak ini merupakan amanat Pasal 32 ayat (2) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Regulasi tersebut mewajibkan penempatan tenaga kerja disesuaikan dengan keahlian, bakat, minat, dengan tetap menjaga harkat, martabat, dan perlindungan hukum.
Pelatihan ini menjadi langkah strategis menyusul terbentuknya ULD Bidang Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli pada Februari 2026 lalu, berdasarkan SK Wali Kota Nomor 100.3.3.3-160 Tahun 2026.
Untuk memaksimalkan peran unit baru tersebut, Pemkot Gunungsitoli menggandeng CDRM&CDS Nias serta menghadirkan narasumber ahli, Justin Foera-era Lase, S.Tr.Sos., Sp.P.S.P.D., C.PS., C.MTr, yang merupakan Dosen Prodi BK FKIP Universitas Nias.
Tujuan utama dari pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan tim ULD agar mampu melakukan asesmen keterampilan, menghubungkan pencari kerja disabilitas dengan Balai Latihan Kerja (BLK), hingga memastikan ketersediaan akomodasi yang layak di perusahaan-perusahaan.
Melalui pelatihan intensif ini, ada empat poin utama yang menjadi target capaian tim ULD Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli ke depan:
1. Mengubah Paradigma Berpikir: Menggeser sudut pandang dari yang semula berbasis rasa kasihan (charity-based) menjadi berbasis pemenuhan hak dan potensi (right-based).
2. Etika Komunikasi: Meningkatkan kemampuan tim terkait etika dan komunikasi yang ramah serta inklusif terhadap penyandang disabilitas.
3. Penerapan Kebijakan Inklusif: Mampu mendorong penyedia kerja untuk memenuhi kuota pekerja disabilitas sesuai aturan yang berlaku.
4. Asesmen Vokasional: Tim dibekali keterampilan langsung dalam mengisi dan menganalisis formulir profil pencari kerja disabilitas agar penyaluran kerja lebih tepat sasaran.
Dengan penguatan kapasitas ini, ULD Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli diharapkan mampu menjadi jembatan yang efektif dalam membuka akses dunia kerja yang inklusif, adil, dan ramah bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Editor : Ganda Pasaribu
Sumber: Dinas Ketenagakerjaan Gunungsitoli
