E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Sebagai Pusat Aktivitas dan Menjadi Motor Penggerak Ekonomi, Alun-Alun Tarogong Garut di Tata Ulang

GARUT // KoreksiNews
- Alun-Alun Tarogong kini mulai ditata ulang untuk mengembalikan fungsinya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), pusat aktivitas publik, sekaligus motor penggerak ekonomi lokal. Langkah awal penataan ini ditandai dengan digelarnya acara Sarasehan dan Edukasi Bonsai pada Rabu (1/7/2026).

Kegiatan edukatif ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Garut dengan Forkopimcam Tarogong Kaler. Acara ini menjadi momentum penting dalam merombak kawasan alun-alun agar menjadi ruang publik yang lebih nyaman, edukatif, dan bernilai guna bagi warga.

Pemerintah setempat berkomitmen melakukan penataan kawasan ini secara bertahap. Ke depan, Forkopimcam akan bersinergi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut. 

Fokus utama penataan adalah memperkuat fungsi RTH dengan tetap mengakomodasi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Pedagang Kaki Lima (PKL) dalam konsep yang lebih tertib dan tertata rapi.

Tak hanya itu, Alun-Alun Tarogong diproyeksikan menjadi pusat kreativitas yang lebih hidup. Berbagai agenda hiburan, seperti pertunjukan musik pada malam akhir pekan, siap digelar untuk menarik kunjungan warga. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak perputaran ekonomi lokal tanpa merusak estetika lingkungan hijau di sekitarnya.

Camat Tarogong Kaler, Rakhmat Alamsyah, menegaskan bahwa proyek penataan ini sangat mengedepankan keseimbangan antara fungsi lingkungan, sosial, dan ekonomi.

"Kami ingin Alun-Alun Tarogong menjadi ruang publik yang nyaman, hijau, dan ramah bagi semua orang. Di saat yang sama, tempat ini harus menjadi wadah produktif bagi UMKM dan komunitas agar ekonomi lokal tumbuh, tanpa sedikit pun mengesampingkan fungsi utama RTH," ujar Rakhmat.

Pemilihan agenda sarasehan dan edukasi bonsai sebagai pembuka program dinilai sangat tepat. Kegiatan ini selaras dengan semangat pelestarian alam dan pemanfaatan fasilitas publik sebagai media edukasi interaktif. Melalui seni bonsai, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap penghijauan kota.

Lewat sinergi kuat antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan warga, Alun-Alun Tarogong kini bersiap bertransformasi menjadi ikon publik yang representatif, bersih, asri, serta multi-manfaat.

Kontributor: Yayan Sopian, SE
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??