Tuntut Pembukaan Dapur MBG di Banua Gea Nias Utara, Aliansi Masyarakat Peduli Program Presiden Prabowo Gelar Aksi Damai
Koreksi News
... menit baca
NIAS UTARA // KoreksiNews - Aliansi Masyarakat Peduli Program Presiden Prabowo-Gibran Kepulauan Nias menggelar aksi damai di Sekretariat Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nias Utara, Jumat (25/9). Aksi ini dipicu oleh belum dibukanya kembali Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Banua Gea di Kecamatan Tuhemberua.
Aksi yang berlangsung pukul 10.45 hingga 11.48 WIB tersebut dipimpin oleh dua aktivis senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi berjalan tertib dengan pengawalan ketat dari Satpol PP, Polres Nias, serta Kapolsek dari tiga wilayah di Nias Utara.
Pertanyakan Surat BGN Pusat
Pimpinan Aksi (Pias), Edward Lahagu, mempertanyakan sikap Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Nias Utara yang belum mengaktifkan kembali dapur tersebut. Padahal, BGN Pusat telah mengeluarkan surat resmi terkait pencabutan status suspensi dapur MBG Banua Gea.
"Kami mempertanyakan surat dari BGN Jakarta Pusat tertanggal 19 September 2026 yang menginstruksikan pengaktifan kembali Dapur MBG Banua Gea setelah sebelumnya disuspensi. Namun, Korwil BGN Nias Utara terkesan enggan melaksanakannya," ujar Edward.
Diketahui, surat BGN Jakarta Pusat bernomor 4372/D.TWS/09/2026 tersebut berisi tentang Pencabutan Pemberhentian Operasional Sementara, yang ditandatangani langsung oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Pusat, Dr. Ketut Sumedana.
Merespons tuntutan massa, Korwil BGN Kabupaten Nias Utara, Desman Faeri Harefa, memberikan klarifikasi secara terpisah. Ia menjelaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud mempersulit, melainkan ada regulasi teknis yang wajib dipenuhi demi keamanan pangan anak-anak sekolah.
"Surat dari BGN Pusat memang sudah kami terima. Namun, ada kelengkapan administrasi yang harus diperbaiki terlebih dahulu, terutama terkait Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku," jelas Desman.
Saat ditanya oleh peserta aksi mengenai target operasional, Desman menegaskan dapur akan segera dibuka begitu dokumen tersebut selesai. "Jika SLHS selesai hari ini, maka hari ini juga kami aktifkan. Target paling lambat adalah hari Kamis depan," tambahnya.
Di sisi lain, Sepriman Zai selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi sekaligus mantan Ketua GMKI Gunungsitoli, mengkritik tajam fungsi pengawasan BGN Nias Utara dan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG). Ia menilai ada pembiaran yang menyebabkan operasional dapur ini tersendat.
"Kami berharap ke depan birokrasi program utama Presiden Prabowo-Gibran ini tidak dipersulit. Ini menyangkut kebutuhan gizi anak-anak kita yang sedang bersekolah," tegas Sepriman.
Dampak belum dibukanya dapur ini turut dirasakan langsung oleh siswa penerima manfaat. seorang siswi SMPN 4 Tuhemberua, menyampaikan harapannya dengan nada sedih di sela-sela aksi.
"Kami sangat membutuhkan program Makan Bergizi Gratis ini. Tolong Bapak Presiden Prabowo, jangan menutup Dapur MBG di desa kami, Banua Gea," ungkapnya.
Editor: Ganda Pasaribu
Sumber: Edward Lahagu.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
