Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Don Muzakir: Penguatan Pertanian Harus Berdampak Nyata bagi Petani Akar Rumput
Koreksi News
... menit baca
JAKARTA // KoreksiNews - Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, penguatan sektor pertanian menjadi salah satu agenda penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menilai kebijakan pemerintah di sektor pertanian perlu terus dikawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani hingga ke tingkat desa.
Menurut Don, penguatan produksi pangan, dukungan pupuk, kepastian harga hasil panen, serta akses pasar merupakan aspek penting yang menentukan keberhasilan pembangunan pertanian di tingkat akar rumput.
“Banyak program Pak Prabowo yang langsung menyentuh petani di tingkat akar rumput. Ini yang dinantikan para petani dan masyarakat di desa-desa,” ujar Don Muzakir, Selasa (20/10/2026),
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan pertanian tidak cukup diukur dari peningkatan produksi atau besarnya anggaran pemerintah. Lebih dari itu, kebijakan harus mampu membantu petani menekan biaya produksi, mendapatkan harga jual yang layak, dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Don juga menilai konsistensi pelaksanaan program menjadi tantangan penting pada tahun ketiga pemerintahan Prabowo-Gibran. Pengawasan di lapangan diperlukan agar bantuan dan fasilitas pertanian tepat sasaran serta dapat diakses petani kecil.
Petani Desa Harus Menjadi Penerima Manfaat
Dalam konteks pembangunan pertanian nasional, Don menekankan pentingnya memperkuat posisi petani sebagai pelaku utama rantai pasok pangan, bukan sekadar produsen bahan mentah.
Menurutnya, petani membutuhkan kepastian pasar agar hasil panen dapat terserap dengan baik. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, organisasi petani, koperasi, pelaku usaha, dan sektor swasta perlu diperkuat.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, berpotensi membuka peluang pasar bagi petani hortikultura, peternak, dan pelaku usaha pangan di daerah. Namun, peluang tersebut perlu diikuti mekanisme kemitraan dan distribusi yang memberikan manfaat ekonomi bagi produsen lokal.
Tani Merdeka Indonesia, lanjutnya, memiliki peran untuk menyampaikan aspirasi petani sekaligus mengawal implementasi program pemerintah di berbagai daerah.
Penguatan Pertanian Perlu Diukur dari Kesejahteraan
Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, pemerintah melalui Kementerian Pertanian memaparkan sejumlah capaian, termasuk penguatan produksi pangan, perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi, dan upaya menjaga penyerapan hasil panen.
Meski demikian, keberlanjutan program perlu dinilai melalui indikator yang dirasakan langsung oleh petani, seperti biaya usaha tani, harga jual komoditas, akses sarana produksi, produktivitas, dan pendapatan.
Don berharap penguatan sektor pertanian terus diarahkan pada pemerataan manfaat, terutama bagi petani kecil di pedesaan yang menjadi bagian penting dari ketahanan pangan Indonesia.
Dengan demikian, dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran tidak hanya menjadi momentum evaluasi capaian pembangunan, tetapi juga kesempatan untuk memastikan kebijakan pertanian semakin menjawab kebutuhan nyata petani di seluruh Indonesia.(BOBY).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
