Bang YD Hadiri Wisuda TPQ Sekota Gunungsitoli: Al-Qur'an Membentuk Karakter Moral dan Karakter Kerja
Koreksi News
... menit baca
GUNUNGSITOLI // KoreksiNews – Semangat mencetak generasi Qur'ani dan menebarkan kepedulian terhadap sesama mewarnai pelaksanaan Wisuda Tahfidz Satu Juz yang digelar Yayasan Rumah Infak bersama Saung Tahfidz Yusman Dawolo di Gedung A'Luck, Kota Gunungsitoli, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh khidmat ini menjadi momen istimewa bagi 44 santri dan santriwati dari lima Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) se-Kota Gunungsitoli yang berhasil menuntaskan hafalan minimal satu juz, bahkan lebih, dari Al-Qur'an.
Tidak sekadar seremoni wisuda, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim, kaum dhuafa, dan muallaf sebagai bentuk nyata kepedulian sosial serta komitmen berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Momentum tersebut semakin istimewa dengan diluncurkannya Gerakan Menghafal Al-Qur'an yang diharapkan menjadi gerakan bersama untuk membangkitkan semangat generasi muda dalam membaca, menghafal, menjaga, dan mengamalkan Al-Qur'an.Pembina Rumah Infak, Dr. (H.C.) Yusman Dawolo, M.Kom.I., dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjadikan Al-Qur'an sebagai fondasi pembentukan karakter, moral, dan kesuksesan dalam kehidupan.
Menurutnya, Al-Qur'an tidak cukup hanya dibaca dan dihafalkan, tetapi harus dipahami maknanya serta diwujudkan melalui perilaku dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
"Orang yang membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an seharusnya memiliki karakter yang baik. Karena itu, jangan hanya membaca Al-Qur'an, tetapi baca juga artinya agar kita memahami apa yang terkandung di dalamnya dan mampu mengamalkannya," ungkap Yusman yang juga pendiri Saung Tahfidz Yusman Dawolo dan Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur'an harus tercermin dalam kejujuran, kesederhanaan, sikap suka membantu, kebesaran jiwa, ketangguhan, serta kemampuan memaafkan orang lain.
"Walaupun saya sering dihina dan diejek, saya tetap memaafkan. Karena tujuan saya adalah membantu. Kita harus memiliki hati yang lapang, tidak mudah menyerah, dan tidak membiarkan hinaan orang lain menghentikan niat baik kita," tegasnya.
Lebih jauh, Yusman mengingatkan bahwa kesuksesan tidak cukup hanya mengandalkan doa tanpa usaha. Doa harus berjalan beriringan dengan kerja keras, kesungguhan, dan tanggung jawab.
"Tidak bisa hanya berdoa, tetapi harus diiringi dengan bekerja. Bersungguh-sungguhlah dalam bekerja. Apabila kita sungguh-sungguh, insyaallah Allah akan membukakan jalan keluar dan memberikan rezeki," pesannya.
Ia juga mengajak para santri untuk memiliki tiga kekayaan dalam kehidupan, yakni kaya ilmu, kaya harta, dan kaya kepedulian sosial.
Kaya ilmu berarti tidak pernah berhenti belajar agar mampu berpikir cerdas dan bekerja dengan baik. Kaya harta berarti memiliki kemandirian finansial sehingga tidak terus-menerus bergantung kepada orang lain. Sementara kaya kepedulian sosial berarti menjadikan kemampuan dan keberhasilan yang dimiliki sebagai jalan untuk membantu sesama.
Dalam kesempatan tersebut, Yusman juga membagikan kisah perjalanan hidupnya yang berasal dari keluarga miskin. Ia mengungkapkan bahwa kebiasaan membaca, menghafal, serta mengamalkan Al-Qur'an menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan perjalanan hidupnya hingga mampu mencapai keberhasilan seperti sekarang.
"Saya berasal dari keluarga miskin. Namun, karena saya sering membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, Alhamdulillah saat ini saya bisa membantu banyak orang. Insyaallah, sekarang saya telah memiliki karyawan hingga 600 orang," tuturnya.
Pesan tersebut menjadi motivasi bagi para santri agar tidak pernah merasa rendah diri dengan latar belakang keluarga maupun keadaan ekonomi, karena dengan ilmu, akhlak, kerja keras, dan ketekunan, setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Infak, Ust. Lad Yahyadin Munthe, S.Sos., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, sebanyak 44 santri dari lima TPQ di Kota Gunungsitoli berhasil diwisuda. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim, dhuafa, dan muallaf.
"Alhamdulillah, hari ini kita telah melaksanakan wisuda 44 santri tahfidz se-Kota Gunungsitoli dari lima TPQ, sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim, dhuafa, dan muallaf. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses," ujar Yahyadin.
Ia menyebutkan, pihaknya telah mengundang TPQ yang ada di Kota Gunungsitoli dan kegiatan tersebut mendapat respons positif dengan kehadiran sekitar 45 kepala TPQ.
Menurutnya, kehadiran para pengelola TPQ tersebut menjadi semangat tersendiri dalam membangun kebersamaan dan memperkuat gerakan pendidikan Al-Qur'an di Kota Gunungsitoli.
Hal yang paling istimewa dalam kegiatan tersebut adalah peluncuran Gerakan Menghafal Al-Qur'an sebagai langkah nyata untuk membangkitkan semangat anak-anak dalam mencintai dan menjaga kitab suci Al-Qur'an.
"Kita tadi meluncurkan Gerakan Menghafal Al-Qur'an. Kita berharap gerakan ini menjadi satu momentum untuk membangkitkan semangat anak-anak dalam menghafal Al-Qur'an, semangat menjaga Al-Qur'an. Yayasan Rumah Infak akan terus memberikan dukungan," jelasnya.
Yahyadin menegaskan, gerakan tersebut bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan sebuah komitmen jangka panjang untuk mendorong semakin banyak anak-anak di Gunungsitoli menjadi penghafal Al-Qur'an.
Bahkan, Yayasan Rumah Infak telah merencanakan agar kegiatan wisuda tahfidz dan santunan sosial dapat dilaksanakan setiap tahun dengan skala yang lebih besar.
"Kita berencana setiap tahun melaksanakan kegiatan yang sama, tetapi lebih besar lagi. Harapannya, semakin banyak santri tahfidz yang diwisuda dan seluruh TPQ yang ada di Kota Gunungsitoli bisa turut berpartisipasi," tambahnya.
Di balik suksesnya kegiatan tersebut, terdapat dukungan dan kontribusi para donatur yang turut mengambil bagian dalam menyukseskan program pendidikan Al-Qur'an dan kegiatan sosial Yayasan Rumah Infak.
Yahyadin secara khusus menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah memberikan dukungan, baik dalam bentuk materi maupun kontribusi lainnya.
Ia menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan melalui Yayasan Rumah Infak benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang berada di Pulau Nias, wilayah yang secara geografis jauh dari Jakarta.
"Kepada seluruh donatur, kami mengucapkan terima kasih atas kontribusinya. Apa yang kita bantu ini nyata adanya. Di Pulau Nias yang jauh dari Jakarta, ada masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kepedulian kita. Semoga seluruh kebaikan para donatur menjadi amal jariyah dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT," ungkapnya.
Ia juga berharap syiar kegiatan tersebut dapat tersebar luas ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya menjadi inspirasi bagi masyarakat Kota Gunungsitoli untuk semakin mencintai Al-Qur'an dan meningkatkan kepedulian sosial.Pelaksanaan Wisuda Tahfidz Satu Juz, santunan sosial, serta peluncuran Gerakan Menghafal Al-Qur'an menjadi bukti bahwa pendidikan keagamaan dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan.
Keberhasilan 44 santri menyelesaikan hafalan Al-Qur'an bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga kebanggaan bagi keluarga, guru, TPQ, dan masyarakat Kota Gunungsitoli.
Melalui gerakan ini, Yayasan Rumah Infak bersama Saung Tahfidz Yusman Dawolo berharap lahir semakin banyak generasi muda yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur'an, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman hidup, membangun akhlak mulia, bekerja keras, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Dari Kota Gunungsitoli, semangat menjaga Al-Qur'an dan menebarkan kebaikan diharapkan terus tumbuh dan menyebar luas.
Sebab, generasi Qur'ani bukan hanya mereka yang mampu menghafal ayat-ayat Al-Qur'an, tetapi juga mereka yang mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an melalui akhlak, karya, dan kepedulian nyata bagi kehidupan sesama.
Acara ini dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Gunungsitoli, perwakilan Polres Nias, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala TPQ, serta undangan lainnya
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...



