E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Kisah Tongkat Nabi Musa Berubah Menjadi Ular

Tongkat Nabi Musa Berubah Menjadi Ular 

KOREKSI NEWS, Masa Fir’aun Menephthah, atau Ramses II, yang sezaman dengan Nabi Musa ‘alaihissalam, merupakan zaman para penyihir ulung. Fir’aun, penguasa pada waktu itu, mengumpulkan para penyihir handal dan merancang adu kepiawaian dengan Musa AS.

Niscaya mereka akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepadamu”. Lalu dikumpulkan ahli-ahli sihir pada waktu yang ditetapkan di hari yang ma’lum, dan dikatakan kepada orang banyak: “Berkumpullah kamu sekalian. Semoga kita mengikuti ahli-ahli sihir jika mereka adalah orang-orang yang menang. 

“Maka tatkala ahli-ahli sihir datang, merekapun bertanya kepada Fir’aun: “Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang?” Fir’aun menjawab: “Ya, kalau demikian, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)”. (QS. Asy-Syu’araa’, 26:37-42).

Setelah semuanya berkumpul, termasuk seluruh penduduk, “pertarungan” pun dimulai.

Baca Juga : Kisah Nabi Musa Membelah Laut

(Setelah mereka berkumpul) mereka berkata: “Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?” Berkata Musa: “Silahkan kamu sekalian melemparkan”.

Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka. 

Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berkata: “Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat.

 “Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang”.(QS. Thoha, 20: 65-69).

Namun, sihir tersebut sebenarnya hanyalah teknik menipu/mengelabui pandangan orang yang melihat. 

Para penyihir tersebut “merekayasa” pandangan semua orang sehingga mata mereka melihat seolah-olah tali dan tongkat tersebut berubah menjadi ular. Yang tidak tertipu tentu saja adalah para penyihir tersebut. Nabi Musa ‘alaihissalam yang sebelumnya juga merasa takut ditenangkan oleh Allah, bahwa dialah yang kemudian akan menang.

Setelah diperintahkan oleh Allah, Nabi Musa ‘alaihissalam kemudian melemparkan tongkatnya. Tongkat tersebut kemudian berubah menjadi ular raksasa (sejumlah ulama salaf bahkan menyebut ular tersebut mempunyai kaki) yang kemudian melahap semua ular jadi-jadian yang diciptakan para penyihir.

Berkatalah Musa kepada mereka: “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan”. 

Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka dan berkata: “Demi kekuasaan Fir’aun, sesungguhnya kami benar-benar akan menang”. 

Kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu. Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah), (QS. Asy-Syu’araa’, 26:43-46).

Para penyihir yang terkaget-kaget itu kemudian menyadari bahwa yang dilakukan Nabi Musa ‘alaihissalam bukanlah sihir, karena tongkatnya memang benar-benar berubah menjadi ular. 

Mereka kemudian meyakini bahwa itu merupakan mukjizat yang diberikan oleh Allah subhaanahu wata’aala. Mereka pada akhirnya berserah diri dan bersujud, dan berkata, “Kami beriman kepada Tuhan Musa dan Harun."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
Berikan Tanggapan Anda!!!