Ternyata Pengetahuan Berbeda Dengan Buah Pikiran
![]() |
| ahli filsafat Auguste Comte asal Prancis (Sumber Kompas.com) |
Di kutip dari buku Doni Kleden yang berjudul Sosiologi, Pada abad 19 ahli filsafat Auguste Comte asal Prancis menulis beberapa buah buku yang bersifat "pendekatan umum terhadap masyarakat".
Auguste Comte berpendapat bahwa ilmu pengetahuan mempunya urutan berdasarkan logika alasan bahwa karena setiap ilmu melalui tahap-tahap penelitian yang kemudian menjadi tahap akhir yakni tahap ilmiah.
Nama ilmu baru yang di berikan adalah sosiologi, yang berasal dari kata Latin: Socius yang artinya "kawan" Dan Logos yang artinya: berbicara. Jadi sosiologi adalah ilmu yang mempelajari atau berbicara tentang masyarakat.
Di sisi lain ilmu sosiologi berbicara tentang alam di mana pada masa abad 19 orang-orang cenderung memahami alam dalam kepercayaan religius yang mistis, sekelompok orang pada saat itu mencoba memahami lebih mendalam secara posetif dan ilmiah dengan bukti-bukti yang empiris maka dari itu di simpulkan secara logis.
Sosiologi juga adalah ilmu pengetahuan. Dikatakan secara singkat karena ilmu pengetahuan adalah pengetahuan atau knowledge yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan berfikir karena pengetahuan itu diperiksa dengan detail dan dikontrol dengan kritis oleh setiap orang yang ingin mengetahuinya.
Dan dapat disimpulkan bahwa status ilmu pengetahuan yang ada pada dirinya sendiri mencakup empat hal yaitu,
1. Pengetahuan
2. Tersusun secara sitematis
3. Menggunakan pemikiran
4. Dikontrol secara kritis
Yang di maksud dengan pengetahuan adalah kesan di dalam pemikiran manusia yang berasal dari penggunaan panca indra oleh manusia.
Dan perlu kita ketahui bahwa pengetahuan berbeda dengan buah pikiran (ideas). Maka dari itu tidak semua buah pemikiran adalah pengetahuan, karena yang dimaksud dengan pemikiran adalah pemikiran yang menggunakan otak, dalam artian bahwa otak menerima atau mengolah segala yang ditangkap oleh panca indra yang kemudian di susun secara sitematis oleh otak maka hasilnya adalah ilmu pengetahuan.
Cirinya adalah sosiologi bersifat empiris yang berarti ilmu pengetahuan didasarkan pada observasi dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif, maka dari itu sosiologi jelas merupakan ilmu sosial yang objeknya masyrakat, karena menurut ilmuan Roucek dan Warren mengatakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia dalam kelompok-kelopok.(DOMINGGUS)
