Tidak Paham Internet, Calon Penumpang Kapal WJL Gagal Berangkat, Petrus S. Gulo, SE ; Pemerintah Harus Berikan Alternatif
GUNUNGSITOLI//KoreksiNews - Penerapan sistem pembelian tiket kapal secara online di Kepulauan Nias menuai sorotan dari LSM PKN (Peduli Kepulauan Nias). Dikhawatirkan sistem ini justru mempersulit mobilitas masyarakat, terutama bagi mereka yang belum terbiasa dengan teknologi internet dan terkendala akses jaringan yang belum merata.
"Kami prihatin dengan kondisi ini, ada beberapa calon penumpang WJL yang tidak jadi berangkat ke Sibolga atau ke Aceh karena tidak bisa membeli tiket online, sedangkan pembelian tiket secara offline tidak tersedia. Hal ini tentu menambah beban mereka, baik secara waktu maupun finansial apalagi harus menunggu jadwal kapal besok harinya." ungkap Ketua LSM PKN, Petrus S. Gulo, SE.,.
Petrus menjelaskan bahwa Kepulauan Nias termasuk dalam Daerah 3T (Terluar, Tertinggal dan Terdepan) dengan banyak masyarakat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan dan daerahnya masih belum memiliki akses internet yang memadai.
"Bagi mereka yang tidak memiliki smartphone atau tinggal di daerah tanpa jaringan internet, sistem online ini menjadi hambatan, dan ini seharusnya menjadi perhatian serius oleh pemerintah daerah, jangan sampai ada lagi masyarakat tidak jadi berangkat karena tidak dapat tiket, sementara mereka punya uang untuk beli tiket." tegasnya.
Menurutnya, Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus mengambil langkah solutif dalam mengatasi persoalan ini dengan menyediakan pembelian tiket secara offline sehingga masyarakat yang tidak paham membeli secara online dapat dengan mudah mendapatkan tiket kapal.
" Pemerintah pusat juga perlu lebih serius dalam pemerataan akses internet di Kepulauan Nias, dengan begitu, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi dengan maksimal, termasuk dalam hal pembelian tiket, tanpa terkendala oleh keterbatasan akses."ucapnya.(GANDA).
