KISAH CINTA PERGERAKAN
OLEH : ABDUL FIKRI GINTING S.Sos
Perjalanan intelektual di bangku kuliah tidak hanya sebatas mengejar gelar sarjana, namun juga melibatkan proses penemuan diri yang mendalam. Pada awal perkuliahan, dunia pergerakan mahasiswa islam indonesia masih asing. Keikutsertaan dalam berbagai kegiatan lebih didorong oleh keinginan untuk mencoba hal baru daripada sebuah panggilan hati. Namun, seiring berjalannya waktu, khususnya memasuki semester ketiga, benih-benih kesadaran akan pentingnya pergerakan mulai tumbuh dalam diri . Motivasi untuk berkontribusi dan menciptakan perubahan yang lebih baik menjadi semakin kuat. Dorongan untuk terlibat secara aktif dalam pergerakan mahasiswa islam indonesia semakin menguat, didorong oleh kesadaran akan tanggung jawab sosial dan keinginan untuk berkontribusi bagi Masyarakat.
Cinta pergerakan, sebuah perjalanan yang penuh liku. Dimulai dengan keraguan yang menggelegak, takut tersesat dalam labirin perasaan. Perlawanan demi perlawanan dilalui, sebuah upaya untuk memastikan bahwa cinta yang tumbuh adalah cinta yang tulus dan murni. Namun, dalam kegelapan, secercah cahaya selalu ada. Sahabat-sahabat sejati, Makrahim Simamora, Pahrul Parubahan Harahap, Saroman Tamba, Hafsah Yani Siregar, Maulida Zahra Lubis, Mas Ayuna Hasibuan, menjadi bintang penunjuk jalan. Dengan dukungan mereka, semangat juang pun membara. Akhirnya, cinta berhasil menaklukkan segala keraguan dan menjadi kekuatan pendorong dalam setiap langkah.
Cinta mulai bersemi dan syarat-syaratnya pun terpenuhi. Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) menjadi tonggak awal perjalanan cinta dalam pergerakan. Dengan dilaluinya MAPABA, bukti nyata ketulusan hati telah tertanam. Perjuangan cinta pun dimulai dengan serius di rumah besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Seiring berjalannya waktu, sebuah amanah besar tiba-tiba hadir di depan mata. Kepercayaan sebagai Ketua Panitia MAPABA PMII FDK UINSU menjadi titik balik yang signifikan. Amanah ini bukan hanya sebuah tugas, melainkan sebuah kepercayaan yang membakar semangat juang. Sejak saat itu, cinta terhadap pergerakan semakin membara, tumbuh subur dalam jiwa. Sederhananya, amanah telah mengajarkan betapa dalam dan luasnya makna cinta dalam sebuah organisasi.
Cinta pergerakan semakin membara. Dalam upaya untuk menjaga dan memperkuat api semangat tersebut, sebuah ujian baru dating, Pelatihan Kader Dasar (PKD). PKD menjadi tonggak penting dalam perjalanan cinta ini. Syarat-syarat yang lebih tinggi berhasil dilalui, semakin mengukuhkan kecintaan terhadap pergerakan. Semakin dalam pemahaman, semakin kuat pula semangat untuk berjuang.
Cinta terhadap pergerakan terus tumbuh dan berkembang. Dalam semangat kebersamaan, sebuah tawaran besar datang menghampiri. Dukungan dari sahabat-sahabat menjadi angin segar yang mendorong untuk menerima tawaran tersebut. Dengan penuh semangat, langkah demi langkah dijalani. Akhirnya, melalui Rapat Tahunan Anggota Rayon, kepercayaan yang besar diberikan untuk memimpin PMII FDK UINSU. Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga kemenangan seluruh tim.
Keberhasilan dalam memimpin PMII FDK UINSU tidak lepas dari peran mentor yang luar biasa, Rizka Febriyanta. Dukungan dan bimbingannya menjadi sumber inspirasi yang tak pernah habis. Perjalanan memimpin organisasi ini bukanlah hal yang mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi, namun dengan semangat juang yang tinggi dan dukungan dari berbagai pihak, semua rintangan dapat dilalui. Dalam perjalanan ini, saya tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga menemukan keluarga baru yang selalu siap mendukung.
Langkah kakiku takkan pernah berhenti menapaki jalan perjuangan. Demi cinta dan pengabdian, ku habiskan waktuku untuk selalu memberikan manfaat bagi sesama. Engkau, wahai pergerakan, telah menjadi rumahku, tempatku berteduh dan mengasah diri. Terima kasih telah hadir dalam hidupku, menjadi saksi bisu setiap langkahku, dan menjadi inspirasi yang tak pernah padam.
