Jalan Utama Lae Njuhar 1 Nyaris Putus Menjelang Panen Raya, Petani Jagung Kawatir Hasil Panen Berjamur Karena Lama Menumpuk
Koreksi News
... menit baca
DAIRI // KoreksiNews - Intensitas curah hujan yang sangat tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, membuat jalan utama di Desa Lae Njuhar 1, Kecamatan Tanah Pinem, nyaris putus. Akibatnya, akses kendaraan roda empat menjadi sulit, bahkan nyaris tak bisa dilewati.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu (26/1) lalu, namun hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan jalan tersebut, kondisi ini semakin menjadi perhatian warga, karena saat ini merupakan musim panen raya komoditi jagung. Petani khawatir hasil panen mereka berjamur (Toksin) karena terlalu lama menumpuk sehingga bisa berdampak merugikan para petani jagung di tiga desa yang melalui jalan tersebut.
“Kalau lama menumpuk, jagung bisa berjamur dan kami merugi,” keluh seorang petani setempat.Ketika di konfirmasi,
Kepala Desa Lae Njuhar 1, Sahala Pinanyungan, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melaporkan kejadian ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi.
Kejadian yang serupa sejak Bulan Desember 2024 sudah kita terjadi dan setiap diperbaiki tidak akan bertahan lama bila hujan deras turun.
Ia berharap BPBD segera menghadirkan alat berat dan gorong-gorong baja untuk memperbaiki jalan yang hampir putus tersebut." Karena jika hanya dilakukan dengan tenaga gotong royong secara manual tanpa di bantu alat berat sudah tidak memungkinkan, maka kita harus menunggu alat berat tiba baru kita adakan gotong royong, dan alat berat BPBD yang kita tunggu sekarang masih sedang bekerja di desa tetangga kita, Alur Subur, karena disana juga ada terjadi jalan putus dan mungkin besok atau lusa sudah sampai disini,"kata Sahala.
" Kepala BPBD mengatakan kalau Gorong-gorong Baja yang kita mohonkan ketepatan lagi kosong dan direncanakan di anggarkan tahun ini."tambahnya.
Sahala juga mendesak Pemkab Dairi agar lebih serius menangani persoalan ini, mengingat jalan tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan Desa Lae Njuhar 1 dengan Desa Liang Jering dan Desa Alur Subur.
"Tidak ada jalan alternatif lain. Sementara di desa-desa tetangga juga sedang musim panen jagung. Kalau jalan ini tidak segera diperbaiki, dampaknya akan sangat besar bagi para petani," pungkasnya.
Ketika dikonfirmasi, Sabtu(01/02/2025), Kepala BPBD Dairi Hotmaida Butar butar membenarkan bahwa Gorong-gorong yang di mohonkan oleh kepala desa untuk memperbaiki jalan yang putus tersebut sedang kosong dan ia akan menganggarkan tahun ini untuk pengadaan Gorong-gorong.(ASE MANIK).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...

