E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Oknum Kepsek SMPN 3 Satu Atap Kualuh Ilir Atap Diduga Tilep Dana PIP, Bungkam Saat di konfirmasi

LABUHANBATU UTARA // KoreksiNews
- Program Indonesia Pintar (PIP) seharusnya menjadi harapan bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk tetap bisa bersekolah tanpa hambatan biaya. Namun, harapan itu justru berubah menjadi kekecewaan bagi Akui Sinaga, orang tua OBS, mantan siswa SMPN 3 Satu Atap Kualuh Ilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.

Akui menduga kuat bahwa oknum kepala sekolah di SMPN 3 Satu Atap telah menilep dana PIP yang seharusnya diterima anaknya sejak tahun 2021 hingga 2024.

Kecurigaan bermula ketika anaknya mengeluhkan bahwa dirinya tidak pernah menerima bantuan PIP saat duduk di bangku kelas 8, padahal ia rutin mendapatkannya semasa SD. Merasa ada yang janggal, Akui pun mendatangi sekolah untuk mencari kejelasan.

"Saya sempat tanya ke salah satu guru, katanya siswa yang sudah dapat PIP di SD tidak otomatis dapat lagi di SMP. Tapi saya tidak puas dengan jawaban itu," ungkap Akui Sinaga melalui via Whatsapp. Selasa(03/06/2025).

Karena penasaran, Akui mencari informasi lebih lanjut melalui situs resmi PIP di https://pip.kemendikdasmen.go.id, Betapa terkejutnya ia ketika mendapati bahwa nama anaknya tercatat sebagai penerima PIP sejak 2021 hingga 2025, dengan dana yang sudah disalurkan melalui BRI.

"Data di situs resmi itu jelas menyebutkan bahwa dana PIP untuk anak saya sudah cair. Tapi pihak sekolah tidak pernah memberikan kartu PIP atau buku rekening. Saya sebagai orang tua sama sekali tidak diberi tahu," katanya dengan nada kecewa.

Akui mengaku pernah langsung menemui kepala sekolah di kediamannya sambil membawa bukti tangkapan layar dari situs PIP. Namun, respons yang diterimanya justru membuat hatinya semakin panas.

"Kepala sekolah hanya bilang, 'Kalau memang nggak dapat, jangan salahkan saya', padahal bukti jelas-jelas menunjukkan sebaliknya," ujarnya.

Tak tinggal diam, Akui pun mendatangi pihak BRI untuk mencari tahu lebih lanjut dan tetapi pihak BRI menyuruh agar berkoordinasi dengan pihak sekolah. Namun, hingga kini, dana tersebut tidak pernah sampai ke tangan yang berhak.

"Anak saya sekarang sudah kelas 2 SMA, tapi uang bantuan PIP itu tidak pernah kami terima. Kenapa pihak sekolah tidak transparan," tegasnya.

Akui pun meminta perhatian serius dari Bupati Labuhanbatu Utara dan Dinas Pendidikan untuk menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan dana PIP di sekolah tersebut.

"Saya menduga, jangan-jangan bukan hanya anak saya yang mengalami hal ini. Bisa jadi siswa-siswa lain juga mengalami hal serupa. Tolong pihak berwenang bertindak, agar keadilan bagi anak-anak miskin bisa ditegakkan," pungkasnya.

Sebagai perimbangan berita, KoreksiNews mencoba melakukan konfirmasi kepada Oknum Kepala Sekolah SMPN 3 Kualuh Ilir melalui via Whatsapp nomor 08126021xxxx, Selasa(03/06/2025) siang, namun hingga berita ini di tayangkan, yang bersangkutan tidak merespon, walaupun chat tersebut telah dibaca yang ditandai centang biru dua.(RED).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??