E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Tepis Isu Beli Rumah Rp1,5 Miliar, Bupati Buru Selatan: Itu Kontrak untuk Rumah Dinas Sekda

BURU SELATAN // KoreksiNews
- Informasi yang beredar mengenai dugaan pembelian rumah senilai Rp1,5 miliar oleh Bupati Buru Selatan, Lahmidi, untuk kepentingan pribadi dipastikan tidak benar. Kabar tersebut dinilai sebagai kekeliruan yang berpotensi menyesatkan opini publik.

Ketua Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Buru Selatan, Ismail S. Difinubun, menegaskan bahwa rumah yang dimaksud bukanlah hasil pembelian. Menurutnya, rumah tersebut dikontrak oleh pemerintah daerah untuk menunjang kebutuhan operasional, khususnya sebagai tempat tinggal Sekretaris Daerah (Sekda).

 "Ini perlu diluruskan secara tegas. Tidak ada pembelian rumah seperti yang dituduhkan. Yang ada hanyalah kontrak untuk rumah dinas Sekda, jadi jangan digiring seolah-olah itu untuk kepentingan pribadi," ujar Ismail.

Pada kesempatan itu, Ismail turut mengimbau pemuda, pelajar, dan mahasiswa agar berperan aktif dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik. 

"Pemuda dan mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang benar. Jangan ikut menyebarkan isu yang belum jelas kebenarannya, karena itu bisa merusak kepercayaan publik," pungkasnya sambil tersenyum.

Penegasan tersebut diperkuat langsung oleh Bupati Buru Selatan, Lahmidi, S.H. Saat dikonfirmasi pada Selasa (28/04/2026), ia memastikan bahwa rumah tersebut adalah fasilitas sementara bagi Sekda, bukan aset pribadi maupun hasil pembelian menggunakan APBD.

"Perlu saya tegaskan, itu hanya kontrak untuk rumah Sekda, bukan pembelian. Tidak ada penggunaan anggaran untuk kepentingan pribadi seperti yang dituduhkan," jelas Lahmidi.

Sebagai putra asli Buru Selatan kelahiran Kepala Madan, Lahmidi menekankan bahwa seluruh penggunaan anggaran daerah telah berjalan sesuai mekanisme dan berada dalam pengawasan yang ketat. 

Lebih lanjut, Lahmidi menyatakan bahwa dirinya sangat terbuka terhadap masukan dari masyarakat asalkan penyampaiannya dilakukan secara tepat.

"Saya, Lahmidi selaku Bupati Buru Selatan, tidak anti kritik dan tidak alergi terhadap kritik. Silakan kritik, itu penting untuk perbaikan dan kemajuan daerah. Namun kritik harus disampaikan secara objektif, berdasarkan fakta, dan pada tempatnya, bukan melalui informasi yang tidak benar," tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga suasana kondusif serta bersama-sama membangun Kabupaten Buru Selatan ke arah yang lebih baik. ( Amar S).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??