E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Aktivis Parlemen Jalanan Minta Kapolri dan Kemenkopolhukam Beri Penghargaan Pada Kapolda Maluku dan Kapolres Buru

JAKARTA // KoreksiNews
- Sekretaris Aktivis Parlemen Jalanan, Alfian Tan, SH, yang juga dikenal sebagai pengacara muda asal Kabupaten Buru (Pasar Lama, Namlea) yang sekarang berdomisili di Jakarta, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja kepolisian di Maluku, khususnya Kapolda Maluku dan Kapolres Kabupaten Buru, AKBP Sulastri Sukidjang, S.H., S.I.K., M.M.

Alfian Tan secara terbuka meminta kepada Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia untuk memberikan penghargaan atas kinerja luar biasa yang telah ditunjukkan dalam mengungkap berbagai persoalan hukum secara independen dan transparan.

Kinerja Kapolda Maluku dan Kapolres Buru layak diapresiasi. Tidak hanya berhasil mengungkap kasus korupsi, tetapi juga membongkar praktik peredaran Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang digunakan di tambang emas ilegal Gunung Botak, sebuah langkah yang nyata dalam menyelamatkan masyarakat dan lingkungan,” tegas Alfian.

Alfian juga memberikan pembelaan terhadap Kapolres Kabupaten Buru AKBP Sulastri Sukidjang, S.H., S.I.K., M.M. terkait adanya kritik atau pemberitaan miring yang beredar belakangan ini, termasuk pernyataan dari Ketua IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Ambon yang ia nilai tidak bijak.

"Saya menyesalkan sikap Ketua IMM Ambon yang disampaikan di media online beberapa waktu lalu. Pernyataan tersebut tidak mencerminkan kedewasaan berpikir dan terkesan gegabah dalam menilai kinerja seorang perwira tinggi Polri, terlebih yang sudah terbukti bekerja secara profesional,” ungkap Alfian.
Menurutnya, kritik adalah bagian dari demokrasi, namun harus disampaikan secara objektif dan berlandaskan fakta, bukan dilandasi kepentingan sempit.

Jangan karena ada kepentingan tertentu, lalu akal sehat ditinggalkan, dan kita tak lagi bisa memilah mana yang benar dan mana yang salah. Ini berbahaya, apalagi jika disampaikan oleh tokoh-tokoh muda yang seharusnya jadi teladan intelektual,” tambahnya.

Lebih lanjut, Alfian mengatakan bahwa keberhasilan Polres Buru dalam menjaga stabilitas hukum dan keamanan di tengah kompleksitas persoalan di wilayah tambang emas ilegal adalah sesuatu yang patut dibanggakan, bukan justru dicurigai atau dijatuhkan tanpa dasar.

Untuk itu, Alfian Tan juga mengonfirmasi bahwa dirinya saat ini telah mengajukan permohonan audiensi dengan Kabid Humas Mabes Polri di Jakarta guna menyampaikan langsung usulan penghargaan dan aspirasi masyarakat Buru.

Saya membawa suara rakyat dari kampung halaman saya. Kami ingin sosok polisi yang tegas, jujur, dan profesional diberi ruang untuk bekerja dan diberi penghargaan yang layak,” tutup Alfian.

Langkah ini menjadi bukti bahwa partisipasi masyarakat sipil dalam mengawal kinerja institusi negara bisa dilakukan secara positif, kritis, dan bertanggung jawab, tanpa harus menjatuhkan integritas aparat yang telah bekerja dengan dedikasi tinggi. (Soamole Amar) .
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??