Kegiatan Operasional Dihentikan Sementara, Ini Kata Pihak PT ABA
Koreksi News
... menit baca
![]() |
| Penanggung jawab PT ABA, Johanes, Pj Kepala Desa Fowa, Ruskin Gea dan Manager PT ABA, Samsul Ma'aruf Tandjung(Foto Istimewa) |
Perusahaan yang bergerak di bidang reparasi dan fabrikasi produk logam ini dihentikan sementara berdasarkan surat dari Lembaga Online Single Submission (OSS) bernomor SNK-20250702105017465780, tertanggal 2 Juli 2025.
Penanggung jawab PT ABA, Johanes membenarkan adanya pemberhentian sementara ini dan menjelaskan bahwa pemberhentian sementara kegiatan usaha tersebut disebabkan oleh kelalaian administratif dalam pengelolaan akun OSS.
"Saat terjadi perubahan direksi, kami lalai untuk memperbarui data OSS. Konsultan lama yang menangani akun OSS tidak lagi bisa dihubungi, dan password hanya dia yang tahu. Akhirnya, kami tidak bisa mengakses akun tersebut dan gagal menindaklanjuti perbaikan, hingga akhirnya pemerintah kota Gunungsitoli turun langsung dan mengeluarkan rekomendasi penutupan sementara berdasarkan temuan dari tim khusus."ungkap Johanes ketika diwawancarai di ruang kerjanya. Sabtu(12/07/2025) sore.
Selama periode penutupan ini, operasional utama perusahaan dihentikan. Namun, PT ABA tetap menjalankan sejumlah aktivitas pemulihan, seperti pengurusan dokumen, penataan limbah, dan perbaikan sarana keselamatan kerja.
"Jadi selama penutupan sementara ini, kita pun tidak beroperasional seperti biasa, tapi kita ada perbaikan-perbaikan yang lain. Kita diberikan waktu untuk menanggapi surat-surat tersebut, itulah yang kita lakukan sekarang," terangnya.
Selain masalah OSS, Johanes juga menanggapi isu pencemaran udara dan limbah, Johanes menegaskan bahwa PT ABA telah memiliki tempat penampungan limbah khusus, dan limbahnya akan diangkut oleh vendor.
"Sebenarnya selain masalah OSS, ada masalah lingkungan hidup. Mereka menemukan limbah kebetulan belum diangkut oleh vendor, tetapi itu sudah kita buang," jelas Johanes.
"Untuk pencemaran udara, cerobong untuk pembuangan sisa gas, setelah diperiksa ada kerusakan dan sudah kita perbaiki berdasarkan rekomendasi dari Pemko", tambahnya.
Mengenai gas LPG yang digunakan, Johanes menjelaskan bahwa gas tersebut sebenarnya tidak berbau dan tidak berwarna. Pertamina menambahkan zat khusus ke dalam gas untuk mendeteksi kebocoran melalui aroma, sehingga dapat mencegah terjadinya kebakaran. Ia juga menekankan bahwa gas LPG tidak beracun dalam kadar tertentu.
Terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), ia menjelaskan bahwa PT ABA memiliki program pelatihan pencegahan kebakaran. Perlengkapan keselamatan juga akan dilengkapi, terutama untuk karyawan baru.
"Proteksi di sini lengkap mulai proteksi kebakaran, detektor gas, dan alat pengukur tekanan dan itu bisa dibuktikan. Semenjak PT ini dibuka, belum ada kecelakaan dan perusahaan juga memiliki P3K," tegasnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Gunungsitoli segera membuka kembali operasional mereka. Johanes mengkhawatirkan dampak penutupan yang berkepanjangan bagi masyarakat.
"Kalau terlalu lama, itu berbahaya untuk masyarakat. Pertama, bisa terjadi kebakaran di rumah penduduk karena kita satu-satunya bengkel pemerintah yang memperbaiki tabung gas. Kedua, SPBE tidak akan menyalurkan gas karena tabung gas rusak, sehingga bisa terjadi kelangkaan gas di seluruh Nias," pungkasnya.
Johanes menyatakan siap beroperasi kembali setelah izin dari OSS dibuka. "Kita menunggu dari pihak Pemko-nya, kalau dari OSS sudah dibuka, kita langsung operasional," tutup Johanes.(GANDA).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
