E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Gerakan Pangan Murah di Bayung Lencir, 600 Karung Beras Ludes Diserbu Warga, Wujud Nyata Kepedulian Polri

BAYUNG LENCIR // KoreksiNews
– Harga beras yang terus menjadi sorotan publik belakangan ini akhirnya mendapat perhatian serius dari jajaran Polsek Bayung Lencir, Polres Musi Banyuasin (Muba). Tidak hanya fokus pada penegakan hukum, Polri juga hadir langsung di tengah masyarakat dengan menggelar Gerakan Pangan Murah bekerja sama dengan Perum Bulog Wilayah Sumsel dan Babel, Rabu (27/8/2025).

Bertempat di halaman Mapolsek Bayung Lencir, kegiatan tersebut sukses menyedot perhatian ratusan warga. Sejak pagi, masyarakat sudah tampak berbondong-bondong datang, bahkan sebagian rela mengantre lebih awal demi mendapatkan beras murah. Sebanyak 600 karung beras yang disediakan habis diserbu dalam waktu singkat. Harga yang ditawarkan pun jauh lebih terjangkau dibandingkan di pasaran, namun tetap sesuai dengan ketentuan HET (Harga Eceran Tertinggi).

Wakapolsek Bayung Lencir IPTU Ahmad menegaskan, kegiatan ini tidak lain merupakan langkah konkret Polri dalam menjaga stabilitas pangan.
“Gerakan pangan murah ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian nyata kepada warga. Kami ingin masyarakat merasa terbantu, terutama di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir membantu kebutuhan dasar rakyat,” tegasnya.

Selain IPTU Ahmad, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Polsek Bayung Lencir. Kanit Intelkam Ipda Toto S, Kanit Binmas Aiptu Rusdi, dan Kanit Provos Aiptu Andri tampak turun langsung memantau jalannya kegiatan agar berjalan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran mereka sekaligus menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi benar-benar hadir di lapangan bersama masyarakat.

Salah seorang warga, Eti (35), menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak kepolisian. “Alhamdulillah, kegiatan ini sangat membantu kami. Harga beras di pasar kadang naik tiba-tiba, membuat kami bingung mengatur kebutuhan rumah tangga. Di sini harganya lebih murah dan kualitasnya bagus. Kalau bisa, jangan hanya sekali ini saja, tapi sering-sering dilakukan,” ungkapnya penuh harap.

Kegiatan pangan murah ini juga menciptakan suasana kekeluargaan. Warga yang datang tidak hanya membeli beras, tetapi juga bisa berinteraksi langsung dengan aparat kepolisian. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri, karena membangun kedekatan emosional antara polisi dengan masyarakat, sesuatu yang jarang terlihat dalam kegiatan formal.

Bagi KoreksiNews.com, langkah Polsek Bayung Lencir patut diapresiasi karena menunjukkan wajah Polri yang humanis. Namun, di sisi lain, kegiatan semacam ini seharusnya tidak hanya menjadi seremonial sesaat. Kondisi harga pangan yang fluktuatif membutuhkan solusi jangka panjang, bukan sekadar program sementara. Di sinilah pentingnya sinergi antara pemerintah, Bulog, dan aparat penegak hukum agar masyarakat tidak selalu menjadi korban dari ketidakpastian harga pasar.

Polsek Bayung Lencir sendiri berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan dengan menggandeng Bulog maupun pihak terkait lainnya. Harapannya, masyarakat bisa terus mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas pangan di wilayah hukum Bayung Lencir.

Program Gerakan Pangan Murah ini membuktikan bahwa Polri tidak hanya bicara soal penegakan hukum dan keamanan, tetapi juga berperan langsung dalam urusan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran mereka di tengah warga menjadi pesan kuat: polisi bukan hanya pengayom, tetapi juga mitra dalam menjaga ketahanan pangan dan mengurangi beban ekonomi rakyat. (JO)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??