E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Alumni Polbangtan Malang Berperan Aktif dalam Bimtek Optimalisasi Lahan di BPP Kempas

INDRAGIRI HILIR // KoreksiNews - Alumni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang kembali menunjukkan kiprah strategisnya dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian di daerah. Dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Lahan yang diselenggarakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kempas, para alumni hadir sebagai narasumber sekaligus fasilitator untuk memperkuat transfer teknologi kepada penyuluh dan petani.

Bimtek tersebut memberikan pemahaman teknis terkait pemanfaatan lahan secara efektif, mulai dari teknik konservasi tanah, pemupukan berimbang, pengelolaan air, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga penerapan teknologi pertanian yang adaptif sesuai agroekosistem setempat. Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan praktik lapangan agar dapat menerapkan metode yang diberikan secara langsung di lahan.

Kepala BPP Kempas menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata alumni Polbangtan Malang yang terus mendukung penguatan penyuluhan pertanian. Ia menegaskan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan vokasi pertanian dan unit penyuluhan merupakan langkah penting dalam meningkatkan produktivitas lahan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Para peserta bimtek, yang terdiri dari penyuluh dan petani binaan, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan solusi konkret terhadap pengelolaan lahan sub optimal yang masih banyak ditemui di wilayah Kempas. Dengan pendampingan alumni Polbangtan Malang, implementasi inovasi pertanian diharapkan dapat berlangsung lebih maksimal dan berkelanjutan.

Sebanyak 11 personel alumni Polbangtan Malang diterjunkan di Provinsi Riau dan tersebar di empat kabupaten, yakni Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Pelalawan, dan Rokan Hilir. Tim tersebut didominasi oleh perempuan, menunjukkan bahwa peran dan kontribusi mereka tidak kalah dengan tenaga laki-laki di lapangan.

Kementerian Pertanian memberikan kepercayaan kepada Provinsi Riau untuk mengoptimalkan potensi lahan rawa menjadi areal persawahan dalam rangka meningkatkan produktivitas padi lokal. Program ini dijalankan melalui sinergi dengan Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indragiri Hilir.

Berbagai langkah strategis terus dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada petani dalam mensukseskan program Brigade Pangan. Targetnya adalah mendorong peningkatan indeks pertanaman (IP) padi dari IP 100 menuju IP 200 hingga IP 300, sehingga cita-cita swasembada pangan dapat terwujud.(Ronaldi)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
BAGAIMANA MENURUT ANDA