Tangis dan Harapan di Tengah Abu: Keluarga Filemo Gulo Terima Bantuan dari Pemkab Nias Barat
Koreksi News
... menit baca
NIAS BARAT // KoreksiNews - Hanya puing dan abu yang tersisa di lahan tempat berdirinya rumah Filemo Gulo alias Ama Erna (39), warga Desa Lolozirugi, Kecamatan Mandrehe. Musibah kebakaran yang terjadi pada Minggu (09/11/2025) sore itu meluluhlantakkan seluruh bangunan dan harta benda milik keluarga tersebut.
Saat kejadian, Filemo bersama anak-anaknya tengah berkunjung ke rumah keluarga. Sebelum berangkat, ia sempat memadamkan api di dapur, namun tanpa disadari bara kayu masih menyala. Tak lama berselang, api kembali membesar dan melahap habis rumahnya yang berdinding papan.
“Ketika saya pulang, rumah sudah rata dengan tanah. Semua habis terbakar, tidak ada yang tersisa,” ucap Filemo lirih, mengenang kejadian yang hanya menyisakan pakaian di badan.
Seluruh barang-barang rumah tangga, dokumen penting, dan perhiasan ikut hangus terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Duka keluarga Gulo tak dibiarkan sendiri. Sehari setelah kejadian, Pemerintah Kabupaten Nias Barat melalui Dinas Sosial, bekerja sama dengan BPBD, Forkopimka Mandrehe, Polsek Mandrehe, serta Pemerintah Desa Lolozirugi, turun langsung ke lokasi memberikan bantuan tanggap darurat.
Bantuan berupa bahan kebutuhan pokok, perlengkapan rumah tangga, logistik, dan material bangunan diserahkan sebagai bentuk kepedulian serta dukungan moral bagi keluarga korban.
“Kami tidak menyangka pemerintah datang begitu cepat. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang berjuang memulai dari nol,” tutur Filemo penuh haru.
Camat Mandrehe bersama jajaran Forkopimka menyampaikan empati mendalam atas musibah yang menimpa keluarga Gulo, serta mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong dan meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran.
Sementara itu, Pemkab Nias Barat melalui Dinas Sosial dan BPBD menegaskan komitmennya untuk selalu hadir cepat dan tanggap di tengah masyarakat yang tertimpa bencana, sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah di setiap situasi darurat.
Kini, di tengah sisa-sisa puing rumah yang hangus, Filemo dan keluarganya berusaha tegar. “Kami kehilangan banyak hal, tapi kami tidak kehilangan semangat untuk bangkit,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.(DEDY HALAWA).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
