Warga Pasir Putih Bangun Jembatan Darurat Demi Mendapatkan Sekilo Beras dan Menjenguk Keluarga
Koreksi News
... menit baca
GAYO // KoreksiNews - Warga Desa Pasir Putih, Kecamatan Pining, yang Terisolasi terpaksa membangun jembatan darurat di tengah aliran sungai yang keruh dan deras setelah akses utama menuju pusat Kecamatan Pining putus total akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut
Bermodal kayu seadanya, bambu, serta tali dari akar hutan, warga menyusun jalur penyeberangan yang menjadi satu-satunya harapan untuk tetap bergerak menjenguk keluarga di seberang, mencari kebutuhan pokok, hingga berjalan puluhan kilometer menuju Kampung Uring demi mendapatkan sekilo beras bantuan.
Padahal, jalur yang terputus tersebut merupakan bagian dari jalan provinsi Gayo Lues – Aceh Timur, yang semestinya menjadi jalur vital mobilitas masyarakat Pining. Namun sejak banjir bandang meluluhlantakkan akses tersebut, warga Pasir Putih harus berhadapan langsung dengan isolasi total.
Salah satu warga, Banjar, mengungkapkan situasi tersebut kepada Reporter Seputar Gayo, Sabtu 6 Desember 2025.
“Jembatan lumpe, bang… Aih kul Pining. Tempat e pelu sange geralle, bang,” ujarnya dengan suara berat.
“Makanya kami buat jembatan seadanya. Kayu, bambu, apa pun yang ada kami ikat dengan akar hutan. Yang penting bisa lewat, bang.”
Setiap kali melintasi jembatan darurat itu, warga harus berpijak dengan penuh kehati-hatian. Batang kayu licin, arus sungai deras, dan tidak adanya pengaman membuat jalur tersebut sangat berbahaya. Meski begitu, mereka tidak memiliki pilihan lain.
Beberapa waktu lalu, warga Pasir Putih bahkan sempat bertahan hidup hanya dengan memakan buah pisang karena tidak ada bahan pokok yang tersisa. akses yang terputus dan kebutuhan harian yang makin sulit dijangkau.
Masyarakat pun berharap pemerintah turun tangan secepatnya. “Ini jalur provinsi. Harusnya jadi prioritas. Kami cuma berharap ada perbaikan segera,” tutup Banjar.
Di tengah minimnya peralatan dan dukungan, gotong royong warga kembali menjadi sandaran utama. Mereka mungkin tidak memiliki alat berat, namun mereka memiliki tekad dan itulah yang membuat Pasir Putih tetap mampu bertahan di tengah keterpurukan.(Kang Juna)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
