E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Warga Pining Luapkan Kekecewaan : 13 Hari Terisolir, Akses Belum Dibuka, Forum Peduli Pining Nilai Bupati Lalai

GAYO // KoreksiNews
- Suara kekecewaan warga Pining akhirnya meledak. Setelah 13 hari terisolir pascabencana banjir dan longsor, Forum Peduli Pining melayangkan surat terbuka kepada Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., menuntut pembukaan akses jalan yang hingga kini belum bisa dilalui bahkan kendaraan roda dua. Rabu(10/12/2025).

Dalam surat Terbuka Muhammad Isa, S.IP warga setempat menyebut kondisi darurat di Pining semakin mengkhawatirkan. Mereka menilai pemerintah kabupaten lamban dan lalai menangani krisis logistik yang semakin menghimpit masyarakat di kecamatan tersebut.

“Hari ini sudah 13 hari kami terputus tanpa akses kendaraan masuk ke Pining. Sudah cukup kelalaian ini, mau sampai kapan kami dibiarkan seperti ini?” tulis Forum Peduli Pining dalam surat tersebut.

Masyarakat mempertanyakan mengapa hingga hari ke-13 bencana, jalur vital menuju Pining belum juga dibuka, bahkan untuk sekadar dilalui kendaraan roda dua. Padahal kebutuhan mendesak seperti beras dan bahan pangan harus diangkut warga dengan berjalan kaki sejauh 18 kilometer.

“Apakah bisa bapak bayangkan kami membawa beras berjalan kaki 18 km? Kalau tidak, silahkan bapak coba bantu kami mengangkatnya ke Pining agar bapak tahu apa yang kami rasakan,” tulis mereka lagi.

Forum Peduli Pining juga menyinggung alasan teknis yang menurut mereka seharusnya dapat diatasi. Jika bahan bakar untuk alat berat tidak tersedia di Gayo Lues, mereka meminta pemerintah menginstruksikan SKPK mencari pasokan bahan bakar dari wilayah lain melalui lintas Babahrot, satu-satunya jalur alternatif keluar-masuk kabupaten Gayo Lues.

“Jika ada kemauan, ini bukan hal mustahil. Kecuali memang bapak yang tidak mau melakukannya,” tegas Forum Peduli Pining.

Dalam penutupnya, Forum Peduli Pining menyatakan bahwa pemerintah daerah telah lalai dalam menangani krisis ketahanan pangan yang sedang mengancam warga Pining.

Surat ini muncul sebagai bentuk keputusasaan sekaligus seruan mendesak agar pemerintah bertindak cepat membuka akses jalan dan memulihkan jalur distribusi logistik bagi ribuan warga yang kini bergantung pada bantuan.

Selain surat resmi, kekesalan warga juga tumpah dalam pesan yang disampaikan Muhammad Isa (Esa Pining) kepada Reporter Seputar Gayo, Kang Juna. Ia menggambarkan buruknya situasi di lapangan.

“Geram aku nen ale, nge 13 lo giara len upaya pemda kati nguk lintesi kendaraan roda dua padih,” ujar Esa, menyinggung minimnya upaya pemerintah membuka akses. Esa Pining menambahkan jika akses roda dua bisa dilintasi dalam kondisi darurat sekarang ini tentu kami akan mudah mendistribusikannya. "Torok nguk honda lewat padih mule nen oya nge nguk kami langsiri oros ku Pining, ini hana bedate kami buh pakea nge 13 lo ngkurung iho, kenak murip ke ta rai oros ku uring, ta ike gere rai ke male mate gibeman kami" Tegas Esa Pining.

Ia menambahkan bahwa warga harus menempuh perjalanan PP 36 kilometer hanya untuk membawa logistik dengan berjalan kaki.
“Gere ringen ya oros, dan gere dekat ya jarak e. Oyake male mate dih kami ike i daten Bupati nang ini,” tambahnya dengan nada frustrasi.

Warga Minta Pemerintah Bergerak Cepat

Situasi darurat di Pining semakin menekan, terutama untuk keluarga yang kesulitan pasokan pangan. Warga berharap pemerintah daerah segera menurunkan alat berat atau membuka akses jalan, setidaknya sebatas jalur roda dua, agar bantuan segera bisa masuk.

Hingga berita ini diturunkan, akses utama menuju Kecamatan Pining masih tertutup dan belum ada kejelasan kapan jalur tersebut dapat dibuka kembali. (Kang Juna).
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
BAGAIMANA MENURUT ANDA