E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark


Berawal Kontrakkan Lahannya Sendiri, Ibu di Dairi Justru Jadi Korban Pengeroyokan

DAIRI // KoreksiNews
- Kisah pilu dialami oleh seorang ibu rumah tangga di Sitinjo, Simpang Taman Wisata Iman Sidikalang  Kabupaten Dairi. Niat tulus keluarganya membantu kerabat yang sedang kesulitan ekonomi justru berujung pada aksi kekerasan yang menimpa dirinya.

Tidak Terima dengan penganiayaan tersebut, ​Nuridah Puspa Pasi (korban) melaporkan dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh seorang laki-laki berinisial SS beserta dua orang anaknya. Laporan resmi tersebut telah diterima Polres Dairi dengan nomor: LP/B/487/XII/2025/SPKT/Polres Dairi/Polda Sumatera Utara.

Konflik ini bermula ketika Mertua Korban awalnya memberikan izin kepada SS untuk membuka usaha di lahan milik mereka karena merasa prihatin dengan kondisi ekonomi SS, yang tak lain adalah keponakannya sendiri.

Meski sudah diberikan berbagai kelonggaran dalam hal uang kontrak, pihak SS diduga mulai menunjukkan sikap sewenang-wenang dan merasa memiliki hak penuh atas lokasi tersebut hingga berani memasang sambungan listrik baru secara sepihak.

"Pihak mereka (SS) sering melontarkan hinaan dan merendahkan harga diri keluarga kami selaku pemilik lahan," terang Korban Kepada koreksiNews.

Selanjutnya, Puncak ketegangan terjadi pada 17 Desember 2025 lalu. pada saat pihak keluarga Korban berencana tidak lagi mengontrakan lahan kepada terlapor. 

Situasi berubah menjadi anarkis ketika DS (anak SS) diduga merampas ponsel milik Korban. Saat Korban berupaya mengambil kembali haknya, ia justru dihalangi oleh SS. 
Tonton Juga Videonya:
Berdasarkan bukti rekaman video yang beredar, terjadi aksi penyerangan secara bersama-sama terhadap Korban. 

Yang memprihatinkan, dalam video tersebut nampak diduga SS menendang Korban tanpa ampun, padahal keduanya masih memiliki hubungan kekerabatan yang cukup dekat (inang bao).

Akibat aksi brutal tersebut, Korban mengalami luka di bagian wajah dan langsung menjalani visum di rumah sakit sebagai bukti hukum. Namun, kasus ini semakin rumit lantaran pihak SS dikabarkan telah lebih dulu mendatangi SPKT Polres Dairi untuk membuat laporan balik sebelum Korban melapor.

Ditempat yang sama, Suami Korban, Aristoteles Kudadiri sangat menyesalkan adanya penyebaran video di media sosial yang diduga telah disunting atau diatur sedemikian rupa untuk membangun narasi palsu. Namun, pihaknya yakin bahwa bukti asli justru menunjukkan dengan jelas siapa pelaku utamanya.

"Kami meminta penegakan hukum yang adil dan bijaksana. Kami juga merasa terintimidasi karena kendaraan mereka sering lalu-lalang di depan rumah kami setelah kejadian ini, bukan itu saja, melalui live di media sosial, anak SS mengatakan kalau kami melarang mereka untuk mengambil barang mereka, padahal kunci rumah tersebut masih sama mereka.

Aristoteles mengatakan sesuai kesepakatan dan disaksikan dari kedua belah pihak, pihak SS akan mengambil barang-barang milik mereka keesokan harinya, namun sampai sore ditunggu, mereka tidak datang.

" Kami mohon agar bangunan tersebut mereka bongkar, barang-barang milik kami yang mereka pakai agar dikembalikan, kami tidak menuntut apa-apa, kami hanya berharap, hak-hak kami yang mereka pakai untuk dikembalikan seperti semula."ujarnya.

Hingga saat ini, kasus pengeroyokan tersebut tengah ditangani oleh jajaran Polres Dairi. Publik kini menanti ketegasan aparat hukum dalam menangani kasus kekerasan yang dipicu oleh konflik sengketa lahan ini.(PS).
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
Berikan Tanggapan Anda!!!