PUPR Sumut Pastikan Struktur Utama Jembatan Idano Noyo Kokoh, Bagian yang Retak Sudah di Perbaiki
Koreksi News
... menit baca
GUNUNGSITOLI // KoreksiNews - Pembangunan Jembatan Idano Noyo di Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara, dipastikan terus berjalan sesuai target dan standar keamanan tinggi. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Sumatera Utara memberikan klarifikasi resmi terkait kabar keretakan pada struktur jembatan yang sempat memicu kekhawatiran warga.
Dilansir dari Timenews.co.id, Berdasarkan pemeriksaan mendalam yang dilakukan tim teknis pada Selasa (30/12/2025), ditemukan bahwa kerusakan yang terjadi bukanlah pada struktur penyangga beban utama (abutment), melainkan pada dinding penahan tanah atau wing wall.
Koordinator Pengawas Lapangan Dinas PUPR Sumut, Ir. Maimun Bangun, ST, menjelaskan bahwa terjadi kesalahpahaman informasi di tengah masyarakat mengenai bagian yang mengalami retak.
"Hasil pantauan langsung menunjukkan keretakan bukan pada abutment, melainkan pada wing wall atau pilar penahan tanah di sisi luar. Struktur ini berfungsi menahan lereng agar tidak longsor, bukan penyangga beban utama kendaraan," ujar Maimun saat dihubungi pada Senin (5/1/2026).
Meskipun bukan pada struktur inti, Dinas PUPR dan kontraktor pelaksana, PT. Torang Multi Indo, tidak menganggap remeh hal tersebut. Maimun menegaskan telah memerintahkan pembongkaran total pada bagian beton yang terdampak.
"Kami instruksikan rekanan untuk bongkar total, bukan sekadar tambal sulam. Pengecoran ulang dilakukan sejak Rabu (31/12/2025) setelah mendapat izin dari PPTK, Murni Panjaitan, ST," tambahnya.
Maimun menjelaskan, munculnya keretakan tersebut diidentifikasi akibat kombinasi faktor alam dan aktivitas konstruksi yang intens yakni curah Hujan Tinggi: Cuaca ekstrem di wilayah Nias Barat dalam beberapa minggu terakhir memengaruhi kondisi tanah.
Kemudian, Getaran Ekskavator: Aktivitas alat berat saat mengangkat rangka baja dan proses penimbunan menimbulkan getaran yang mengganggu stabilitas wing wall sebelum penimbunan abutment selesai sepenuhnya.
Lanjutnya, Untuk menjamin kualitas bangunan, tim pengawas lapangan tetap bekerja meski di masa libur akhir tahun. Pengawasan ketat diterapkan mulai dari pengujian bahan mentah hingga pengukuran teknis pasca-konstruksi.
"Kami tidak main-main dengan kualitas. Sistem pengawasan dilakukan di setiap tahap demi memastikan jembatan ini aman dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Nias," tegas Maimun.
Pihak PT. Torang Multi Indo optimis proyek akan selesai tepat waktu setelah perbaikan wing wall tuntas. Jembatan dengan panjang 95 meter dan lebar 9 meter ini diharapkan menjadi urat nadi baru yang memperlancar arus transportasi dan mendongkrak ekonomi lokal di Kabupaten Nias Barat.
Jembatan yang dibiayai oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sumatera Utara ini nantinya akan menjadi penghubung strategis yang meningkatkan konektivitas antarwilayah di Pulau Nias.(GANDA).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
