Tangis Dini Hari di Sitaro, Banjir Bandang Renggut Nyawa Anak hingga Lansia
Koreksi News
... menit baca
SITARO // KoreksiNews – Bencana banjir bandang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, pada Senin (5/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.45 WITA. Peristiwa memilukan ini terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap, setelah hujan dengan intensitas lebat mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih lima jam tanpa henti.
Informasi yang dihimpun dari Krisman Wilhelmus, S.H., M.H., seorang dosen sekaligus advokat, menyebutkan hujan deras tersebut menyebabkan luapan air bercampur material batu, tanah, dan kayu mengalir deras dari wilayah perbukitan dan menerjang permukiman warga. Wilayah Siau Timur menjadi salah satu kawasan yang terdampak paling parah dalam peristiwa ini.
Akibat banjir bandang tersebut, korban jiwa pun berjatuhan. Berdasarkan data sementara yang disampaikan Krisman Wilhelmus, sedikitnya delapan orang meninggal dunia, yakni Juanita Erlina Bangsa (21 tahun), El Kamanangan (4 tahun), Rakmon Bangsa, Joan Bangsa (20 tahun), Florensi Bawonte (72 tahun), Santi Diamanis (34 tahun), serta seorang balita berusia dua bulan, Kananta Kairi Kansil, yang sebelumnya dilaporkan hilang dan kemudian ditemukan meninggal dunia setelah diduga terbawa arus banjir bandang. Selain itu, dua korban lainnya yang berasal dari wilayah Paseng masih dalam proses identifikasi.Selain korban meninggal dunia, sejumlah warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dengan tingkat cedera ringan hingga sedang dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat.
Dalam kejadian ini juga dilaporkan satu anggota Bhayangkari dalam kondisi tidak sadarkan diri dan masih menjalani perawatan, sementara beberapa personel piket mengalami luka ringan akibat terjangan material banjir yang datang secara tiba-tiba.
Banjir bandang ini turut mengakibatkan kerusakan material yang cukup signifikan. Masih menurut Krisman Wilhelmus, Mako Polres Kepulauan Sitaro dilaporkan tertimbun material berupa batu, tanah, dan kayu hingga menutupi sekitar 50 persen bangunan beserta fasilitas penunjangnya. Di Kelurahan Bahu, material banjir menghantam rumah warga dan mengakibatkan lima unit rumah hanyut atau hilang.
Sementara di Kelurahan Paseng, material berupa batu dan tanah menutupi sebagian badan jalan serta mengenai sejumlah rumah warga. Beberapa kendaraan milik personel yang sedang melaksanakan piket juga turut tertimbun material banjir.
Selain Siau Timur, sejumlah wilayah lain turut terdampak, di antaranya Kelurahan Paniki, Kelurahan Paseng, Kampung Bumbiha, Kampung Peling, Kampung Laghaeng, Kampung Batusenggo, dan Kelurahan Ulu. Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat masih melakukan pembersihan material banjir, pendataan lanjutan terhadap korban jiwa dan kerugian material, serta upaya pemulihan akses jalan dan fasilitas umum, sambil tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. (RUDI KASAMU).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...

