E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Tebar Kebahagiaan di Malam Lailatul Qadar!! Muhammadiyah Desa Mudik Santuni Anak Yatim

GUNUNGSITOLI // KoreksiNews
- Memasuki malam-malam terakhir bulan suci Ramadhan yang penuh kemuliaan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Mudik bersama Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Ranting Mudik Kota Gunungsitoli menggelar aksi sosial yang menyentuh hati. Minggu(15/03/2026)

Pada malam ke-27 Ramadhan, pengurus PRM Desa Mudik temembagikan santunan kepada anak-anak yatim yang berada di Desa Mudik dan sekitarnya. Bantuan yang diberikan berupa Beras, paket makanan dan uang tunai untuk beli baju lebaran.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Ketua PRM Desa Mudik, Achmad David Aceh, didampingi oleh Sekretaris Mashuri Baeha.

"Alhamdulillah, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami agar anak-anak yatim di sekitar kita dapat merasakan sukacita menyambut hari kemenangan. Kami ingin memastikan mereka juga bisa mengenakan baju baru di hari lebaran nanti, layaknya anak-anak yang lain," ujar Achmad David Aceh.
Pemilihan waktu di malam ke-27 Ramadhan bukan tanpa alasan. Selain mengejar keberkahan sepuluh malam terakhir, momentum ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam untuk terus bersedekah di saat-saat terbaik.

Karena malam Lailatul Qadar adalah anugerah Allah berupa malam penuh kemuliaan yang lebih baik dari 1.000 bulan (±83 tahun 4 bulan), menjadikannya waktu mustajab untuk pengampunan dosa dan pelipatgandaan pahala.

Sekretaris PRM Desa Mudik, Mashuri Baeha, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah perwujudan dari semangat Fastabiqul Khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan.

" Kita semua bersaudara. Melalui sedekah ini, insyaAllah pahala akan berlimpah dan keberkahan menyertai kita semua. Ini adalah pesan bagi kita semua untuk tidak lupa menoleh ke samping, kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan kita," pungkas Mashuri.
Aksi nyata yang dilakukan oleh PRM dan BKM Desa Mudik ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas lain di Kota Gunungsitoli dan Nias pada umumnya. Dengan adanya sinergi antara lembaga dakwah dan pengelola masjid, kepedulian sosial dapat terorganisir dengan lebih baik dan tepat sasaran.

Suasana haru dan bahagia tampak jelas di wajah para penerima santunan. Bagi mereka, bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan bukti bahwa masyarakat sekitar tetap peduli dan menyayangi mereka.

Editor : Ganda Pasaribu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??