E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin Ajak Warga Jaga Harmoni dan Genjot Ekonomi di Momen Langka Ramadan-Imlek

GARUT // KoreksiNews
- Kabupaten Garut kembali menunjukkan wajah toleransi yang menyejukkan. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri acara bertajuk "Harmoni Ramadhan dalam Balutan Toleransi dan Kebersamaan" yang digelar di Ballroom Hotel Harmoni Garut, Jalan Cipanas Baru, Sabtu (28/02/2026).

Pancasila sebagai Perekat di Tengah Perbedaan
Dalam sambutannya, Bupati Abdusy Syakur menyoroti bahwa mencari perbedaan dalam keberagaman di Indonesia hanya akan membuang energi tanpa titik temu. Ia menegaskan bahwa keberadaan Pancasila adalah anugerah yang menjaga Indonesia tetap kokoh.

"Kita harus bersyukur atas kedamaian yang kita miliki di tengah konflik dunia saat ini. Kedamaian bisa kita mulai dengan sikap saling memberi dan berbagi antarsesama," ujar Syakur.

Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam Satu Dekade
Tak hanya bicara soal kerukunan, Bupati juga membawa kabar baik di sektor ekonomi. Di tengah upaya pengentasan kemiskinan, Kabupaten Garut berhasil mencatatkan rekor Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) terbaik dalam 10 tahun terakhir.

Untuk menjaga momentum ini, Pemkab Garut kini tengah fokus pada:
1. Hilirisasi Sektor Pertanian: Mengolah hasil tani menjadi produk bernilai tambah.
2. Stabilitas Wilayah: Menjadikan keamanan dan ketertiban sebagai modal investasi.
3. Sinergi Masyarakat: Mengajak seluruh elemen warga untuk berkomitmen memajukan Garut yang hebat.

Fenomena Langka: Harmoni Ramadan dan Imlek
Inisiator acara, Agustine Merdekawati, menjelaskan bahwa tahun 2026 merupakan momen yang sangat istimewa. Untuk pertama kalinya dalam kurun waktu lama, perayaan Tahun Baru Imlek 2577 bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

"Fenomena ini sangat langka. Dekorasi Imlek bersanding dengan suasana Ramadan, melambangkan keindahan dalam kebhinekaan. Namun perlu diingat, toleransi bukan mencampuradukkan akidah, melainkan upaya saling memahami untuk menghargai," terang Agustine.

Acara ini ditutup dengan apresiasi kepada Forkopimda yang telah menjaga kondusifitas wilayah. Harapannya, perbedaan ini menjadi pelangi yang mempercantik cakrawala Indonesia.

Kontributor: Yayan Sopian SE / Gun gun Gunawan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??