Hari Perempuan Internasional 2026, OSEDA Gelar Aksi Damai di Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Ini Yang Mereka Sampaikan
Koreksi News
... menit baca
GUNUNGSITOLI // KoreksiNews – Suasana di depan kantor Wali Kota Gunungsitoli tampak berbeda hari ini. Sebanyak 200 peserta aksi dari lima kabupaten/kota se-Kepulauan Nias, yang tergabung dalam perwakilan Obor Semangat Daya (OSEDA), mendatangi pemerintah kota setelah sebelumnya menggelar aksi damai di Polres Nias.
Aksi yang diinisiasi oleh lembaga Obor Semangat Daya (OSEDA) ini dipimpin langsung oleh Koordinator Aksi, Amani Lahagu, SE,
Dalam pernyataan sikapnya, peserta aksi menyampaikan bahwa aksi ini bukan sekadar seremoni peringatan Hari Perempuan Internasional 2026 , melainkan sebuah desakan politik dan moral. Berdasarkan pendampingan lapangan yang dilakukan OSEDA, fakta menunjukkan bahwa KDRT masih menjadi fenomena gunung es yang mengkhawatirkan.
"Banyak korban yang dipaksa diam oleh tekanan sosial dan ketakutan. Kami melihat koordinasi antar-instansi belum efektif, dan yang paling krusial, dukungan layanan pemulihan bagi korban masih sangat terbatas," ungkap mereka.
Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap kaum rentan bukan hanya urusan hukum, melainkan soal keberpihakan anggaran. "Perlindungan tanpa anggaran adalah janji tanpa realisasi," tegasnya.
Melalui pernyataan sikap resmi yang diserahkan kepada pemerintah, OSEDA mendesak aturan daerah yang tegas dan responsif, bukan kebijakan yang "netral" terhadap kekerasan, meminta alokasi anggaran khusus untuk operasional Rumah Aman, pendampingan hukum, dan layanan psikologis gratis.
Kemudian, memperkuat program kesetaraan gender hingga tingkat desa untuk memutus rantai kekerasan dan menuntut jaminan keamanan bagi lembaga sosial dan aktivis yang mendampingi korban dari segala bentuk intimidasi.Mewakili Wali Kota Gunungsitoli, Kepala Dinas P5A, Wilser Juliadi Napitupulu, S.Si., Apt, MPH, menyambut hangat dan mendukung penuh aspirasi yang disampaikan OSEDA.
"Kami sepenuhnya mendukung pernyataan sikap ini. Kami juga dari pemerintah kota Gunungsitoli juga punya kewajiban bagaimana perempuan bukan hanya dilindungi, tetapi juga diberdayakan. Anak juga dilindungi, jadi banyak upaya-upaya yang sudah kita lakukan, memang betul kekerasan terhadap perempuan dan juga anak memang banyak dan juga tidak sedikit juga yang sudah kita tangani melalui Nias P5A."ungkap Wilser.
Terkait regulasi, Wilser memberikan kabar baik bahwa pemerintah sedang menyiapkan payung hukum yang lebih komprehensif. "Terkait dengan regulasi, kita sedang persiapkan juga, saat ini yang kita punya regulasi itu baru di perda mengenai perlindungan anak. Nanti kedepan kita akan siapkan juga regulasi yang lebih kuat lagi terkait dengan perempuan terkhusus terkait masalah kekerasan dalam rumah tangga,
" Ini merupakan tugas dan tanggung jawab kita sebagai pemerintah bagaimana fasilitasi supaya adanya kesetaraan, terutama kesetaraan gender, tidak ada lagi perbedaan antara perempuan dan laki-laki baik di pemerintahan maupun juga di ranah lainnya,"tambahnya.
Di momen peringatan Hari Perempuan Sedunia ini, Wilser mengaku semakin diingatkan bahwa kehadiran perempuan sangat penting dalam pembangunan, khususnya di Kota Gunungsitoli.
"Kami sepenuhnya akan bekerja keras nanti. Kami akan jadikan OSEDA juga sebagai mitra kerja kami dalam bagaimana supaya hak-hak perempuan ini bisa dioptimalkan. Pencegahan, promosi, dan juga penanganan tentunya adalah kerja keras kita bersama," jelas Wilser
Mengenai fasilitas perlindungan, Wilser mengajak OSEDA untuk berkolaborasi lebih dalam. "Saat ini kami sudah juga menangani Rumah Aman, begitu juga OSEDA juga sudah ada Rumah Aman, tentu nanti kita akan berkolaborasi. Sehingga tidak ada perempuan yang seolah-olah terabaikan baik sebagai korban, baik dalam pemulihan, kemudian juga penanganan hukum juga. Kita akan nanti bersama-sama bekerja keras bersama OSEDA dan mitra-mitra lain untuk bisa memperjuangkan hak-hak perempuan.""ujarnya.
Aksi yang berjalan tertib ini ditutup dengan harapan besar agar isu kekerasan tidak lagi dianggap sebagai "isu pinggiran", melainkan prioritas utama dalam pembangunan manusia di Kota Gunungsitoli. Dengan pengawalan kritis dari tokoh seperti Amani Lahagu dan dukungan massa OSEDA, publik menanti realisasi nyata dari komitmen yang telah dinyatakan pemerintah hari ini
Liputan : Ganda Pasaribu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...

