E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Menjelang Mudik Lebaran 2026, Pemkab dan Polres Garut Pastikan Arus Mudik dan Arus Balik Berjalan Lancar

GARUT // KoreksiNews
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut bersama jajaran TNI/Polri memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 H melalui Upacara Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Markas Polres Garut, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, sebagai bentuk kesiapan seluruh unsur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin mengungkapkan bahwa Kabupaten Garut diprediksi akan kedatangan lebih dari 3 juta pemudik pada momentum Lebaran tahun ini. Mengingat jumlah yang cukup besar, koordinasi lintas sektor telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu guna memastikan seluruh potensi permasalahan dapat diantisipasi sejak dini.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut telah menyiapkan sejumlah titik siaga yang melibatkan berbagai instansi, seperti Dinas PUPR, BPBD, hingga Dinas Pemadam Kebakaran untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana, terutama mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

"Beberapa tim sudah disiagakan di titik-titik tertentu untuk mengantisipasi kemungkinan bencana, khususnya banjir, karena diperkirakan pada akhir bulan ini intensitas hujan masih cukup tinggi," ujarnya.

Selain fokus pada infrastruktur dan kebencanaan, Pemkab Garut juga memperhatikan stabilitas ketersediaan bahan pokok penting (bapokting). Pemerintah daerah bersama unsur TNI dan Polri akan terus melakukan operasi pasar murah guna menjaga kestabilan harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Menurutnya, meskipun harga sejumlah komoditas cenderung mengalami kenaikan menjelang Lebaran, namun kondisi tersebut masih dalam batas yang terkendali.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Garut juga menyampaikan adanya kebijakan pemberian insentif kepada kusir andong, pengemudi ojek, dan becak yang beroperasi di jalur utama mudik. Kebijakan ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Garut dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna membantu kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik.

Selain itu, para camat diinstruksikan untuk menyediakan rest area di kantor kecamatan yang berada di jalur strategis mudik. Dinas Kesehatan juga diminta untuk menyiagakan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, terutama Puskesmas yang berada di sepanjang jalur mudik.

Bupati Garut juga meminta Dinas Perhubungan serta Dinas PUPR memastikan Penerangan Jalan Umum (PJU) berfungsi dengan baik serta perbaikan jalan darurat dapat segera diselesaikan agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Sementara itu, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Lodaya 2026 dilaksanakan selama 13 hari, terhitung sejak 13 hingga 25 Maret 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) selama lima hari.

Ia menyebutkan bahwa berbagai langkah pengamanan telah dipersiapkan, termasuk penempatan pos pengamanan dan pos pelayanan di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, di sejumlah pasar yang berpotensi menimbulkan pasar tumpah akan dipasang water barrier untuk mencegah kendaraan parkir di bahu jalan yang dapat menghambat arus lalu lintas.

Kapolres juga menambahkan bahwa pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur mudik, tetapi juga pada lokasi wisata serta area ziarah makam yang biasanya mengalami peningkatan kunjungan saat libur Lebaran.

Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polres Garut menurunkan sebanyak 1.747 personel yang juga melibatkan anggota Brimob guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama arus mudik maupun arus balik di wilayah Kabupaten Garut.

Kontributor : Yayan Sopian, SE / Gun Gun Gunawan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??