E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Terminal Guntur Garut Diprediksi Terjadi Gelombang Kedua

GARUT // KoreksiNews
- Puncak arus balik Hari Raya Lebaran 2026 di Kabupaten Garut, diprediksi kembali meningkat pada Sabtu (28/3/2026). Sebelumnya, lonjakan pertama arus balik telah terjadi pada Selasa (24/3/2026).

Kepala Terminal Tipe A Guntur Garut, Bambang Rusdiana, menyampaikan bahwa saat ini merupakan gelombang kedua arus balik setelah sempat mengalami penurunan.

"Hari ini merupakan gelombang kedua arus balik. Setelah ramai pada Selasa, sempat turun, dan sekarang kembali meningkat," ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Terminal Tipe A Guntur melayani perjalanan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP). Pada masa arus mudik terjadi peningkatan kedatangan penumpang, sementara pada arus balik terjadi lonjakan pemberangkatan.

Data menunjukkan, puncak pemberangkatan arus balik terjadi pada Selasa (24/3) dengan jumlah penumpang mencapai 7.449 orang. Setelah itu sempat menurun, namun kembali mengalami peningkatan hingga Sabtu siang mencapai sekitar 6.533 penumpang.

"Siang ini sudah mencapai 6.500 penumpang, meningkat dibanding hari sebelumnya. Kemungkinan masih bertambah karena aktivitas belajar mengajar dimulai kembali pada Senin," jelasnya.

Bambang juga memperkirakan masih terdapat sekitar 20 hingga 30 persen penumpang yang belum melakukan perjalanan balik dari Terminal Guntur. Prediksi tersebut didasarkan pada data kedatangan selama arus mudik.

Ia menambahkan, arus balik diperkirakan masih berlangsung hingga Minggu (29/3), bahkan sebagian penumpang masih akan melakukan perjalanan pada Senin (30/3).

"Kementerian Perhubungan menetapkan penutupan arus balik hingga Senin, karena masih ada kemungkinan penumpang yang melakukan perjalanan susulan akibat libur panjang," katanya.

Untuk mendukung kelancaran arus balik, tiga perusahaan otobus yakni Primajasa, MGI, dan Karuniabakti telah menyiapkan sebanyak 172 unit bus, termasuk armada cadangan.

Seluruh penumpang dipastikan terlayani dengan baik tanpa adanya keterlambatan atau penumpang yang tertinggal, karena pihak perusahaan telah mengantisipasi dengan penyediaan armada tambahan.

"Semua berjalan terkendali, sehingga penumpang merasa aman, nyaman, dan terlayani," pungkasnya.

Kontributor: Yayan Sopian, S.E / Gun Gun Gunawan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??