E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Bang YD Soroti Penataan Pasar Gunungsitoli Utara: Jangan Hanya Pindahkan Pedagang, Pastikan Pasarnya Layak dan Fungsional

GUNUNGSITOLI // KoreksiNews
- Upaya Pemerintah Kota Gunungsitoli menata Pasar Rakyat Gunungsitoli Utara mendapat apresiasi dari pengamat kebijakan publik Yusman Dawolo (Bang YD). Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan penataan pasar tidak cukup diukur dari berhasil atau tidaknya memindahkan pedagang ke dalam gedung pasar, melainkan dari sejauh mana fasilitas yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan pedagang dan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Bang YD menanggapi langkah Pemko Gunungsitoli yang tengah mempercepat penataan pedagang di kawasan Pasar Rakyat Gunungsitoli Utara guna menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan aktivitas perdagangan.

Menurut Bang YD, niat pemerintah untuk menghadirkan pasar yang lebih tertata patut didukung karena pasar rakyat merupakan salah satu pilar utama penggerak ekonomi masyarakat. 

Namun, ia menilai berbagai keluhan yang berkembang di tengah masyarakat perlu menjadi perhatian serius pemerintah.

"Jika benar seperti yang disampaikan masyarakat bahwa ukuran kios relatif kecil, lorong pasar sempit, akses mobilitas terbatas, bahkan ada yang menilai pembangunannya terkesan asal-asalan, maka kondisi ini perlu dievaluasi secara objektif dan menyeluruh," ujarnya.

Pengamat ekonomi yang dikenal aktif mengkaji isu pembangunan daerah itu menjelaskan bahwa dalam perspektif kebijakan publik, keberadaan bangunan fisik bukanlah indikator utama keberhasilan sebuah program.

"Keberhasilan pasar tidak diukur dari berdirinya gedung baru, tetapi dari tingkat keterisian kios, keamanan dan kenyamanan pedagang dan pembeli, serta hidupnya aktivitas ekonomi di dalamnya," katanya.

Bang YD menilai fenomena masih banyaknya pedagang yang memilih berjualan di pinggir jalan dibanding menempati gedung pasar seharusnya dibaca sebagai masukan penting bagi pemerintah. Menurutnya, kondisi tersebut bisa menjadi indikator bahwa terdapat aspek perencanaan yang belum sepenuhnya menjawab kebutuhan pembeli, pedagang atau pengguna pasar.

"Dalam ilmu kebijakan publik, ketika kelompok sasaran tidak memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan, maka yang perlu dievaluasi bukan hanya perilaku pedagang atau masyarakatnya, tetapi juga desain kebijakan dan desain fasilitas yang dibangun," jelasnya.

Ia mempertanyakan apakah pasar tersebut sejak awal dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat sebagai pembeli dan pedagang atau lebih berorientasi pada penyelesaian proyek fisik semata.

Menurutnya, pasar rakyat yang ideal harus memberikan kemudahan transaksi bagi semua pihak. Pedagang membutuhkan ruang yang cukup untuk menata barang dagangan, akses bongkar muat yang memadai, sirkulasi pengunjung yang nyaman, tempat parkir, dan tata letak yang memudahkan pembeli berbelanja.

"Jika kebutuhan-kebutuhan dasar itu tidak terpenuhi, maka bangunan pasar berpotensi menjadi aset yang kurang produktif dan sulit menarik minat pedagang untuk menempatinya," katanya.

Karena itu, Bang YD mendorong Pemerintah Kota Gunungsitoli melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fungsi pasar dengan melibatkan pedagang, akademisi, ahli tata ruang, dan perwakilan masyarakat.

Menurutnya, evaluasi tidak boleh hanya berfokus pada jumlah pedagang yang berhasil direlokasi, tetapi harus menjawab pertanyaan yang lebih substantif, yakni apakah pasar tersebut mampu meningkatkan pendapatan pedagang dan memberikan kenyamanan bagi konsumen.

"Penataan pasar yang berhasil bukan ketika jalanan kosong dari pedagang, tetapi ketika para pedagang secara sukarela memilih masuk ke dalam pasar karena merasa tempat itu lebih nyaman, lebih luas, lebih ramai, lebih lengkap, lebih aman, dan lebih menguntungkan bagi usaha mereka," tegasnya.

Bang YD berharap masukan yang berkembang di masyarakat tidak dipandang sebagai bentuk penolakan terhadap program pemerintah, melainkan sebagai bahan evaluasi untuk menyempurnakan pembangunan.

"Membangun pasar yang baik bukan sekadar membangun gedung. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem ekonomi rakyat yang hidup, produktif, menguntungkan dan berkelanjutan," pungkasnya.

Editor : Ganda Pasaribu
Sumber : Yusman Dawolo
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??