E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Bang YD: Jangan Biarkan Kedatangan Gubernur Berakhir Sebagai Seremoni

GUNUNGSITOLI // KoreksiNews
- Pengamat kebijakan publik, Dr. H.C. Yusman Dawolo, M.Kom.I. (Bang YD), mengingatkan seluruh kepala daerah di Kepulauan Nias agar tidak menyia-nyiakan momentum kunjungan Gubernur Sumatera Utara yang berkantor di Kepulauan Nias pada 15–20 Juli 2026.

Menurut Bang YD, kunjungan tersebut merupakan kesempatan yang sangat langka untuk memperjuangkan percepatan pembangunan Pulau Nias. Karena itu, para kepala daerah harus berani menunjukkan kondisi riil yang masih dihadapi masyarakat, bukan hanya menyuguhkan kegiatan seremonial dan pencitraan.

"Bapak Gubernur harus melihat langsung kenyataan di lapangan. Ajak beliau melewati jalan-jalan yang rusak, tunjukkan desa yang belum memiliki akses air bersih, wilayah yang belum memiliki SMA, jembatan yang belum dibangun, serta bertemu dengan masyarakat yang masih kesulitan memperoleh pekerjaan. Itulah wajah Pulau Nias yang sesungguhnya dan itulah yang harus menjadi prioritas pembangunan."

Bang YD menilai pembangunan tidak akan berjalan optimal apabila pemerintah daerah hanya menyampaikan laporan yang baik-baik. Seorang gubernur membutuhkan informasi yang jujur, lengkap, dan berbasis data agar kebijakan serta anggaran provinsi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa masih banyak persoalan mendasar yang membatasi kemajuan Pulau Nias, mulai dari infrastruktur yang tertinggal, kualitas pendidikan yang belum merata, keterbatasan layanan kesehatan, minimnya investasi, mahalnya biaya logistik, hingga sempitnya lapangan pekerjaan yang memaksa banyak generasi muda meninggalkan kampung halamannya.

"Keberhasilan seorang kepala daerah bukan diukur dari kemeriahan penyambutan tamu, tetapi dari keberaniannya memperjuangkan kebutuhan rakyat. Momentum seperti ini harus dimanfaatkan untuk menghadirkan solusi, bukan sekadar menghasilkan dokumentasi."

Bang YD juga mendorong seluruh bupati dan wali kota se-Kepulauan Nias menyatukan suara dengan membawa daftar prioritas pembangunan yang konkret dan terukur. Menurutnya, jika setiap daerah hanya memperjuangkan kepentingannya sendiri, peluang memperoleh dukungan pembangunan akan lebih kecil dibandingkan jika seluruh kepala daerah hadir dengan satu agenda besar untuk kemajuan Pulau Nias.

"Pulau Nias membutuhkan keberanian para pemimpinnya untuk berbicara apa adanya. Jangan takut menyampaikan kekurangan daerah. Justru dari situlah pemerintah provinsi dapat menetapkan kebijakan yang tepat sasaran."

Di akhir pernyataannya, Bang YD mengingatkan bahwa kesempatan seperti ini tidak datang setiap saat. Karena itu, ia berharap seluruh kepala daerah benar-benar memanfaatkan kehadiran Gubernur Sumatera Utara untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

"Jika kesempatan ini kembali berlalu tanpa menghasilkan komitmen nyata dan program strategis bagi Pulau Nias, maka kita sedang menyia-nyiakan peluang emas. Pulau Nias membutuhkan lompatan pembangunan, bukan sekadar kunjungan seremonial. Rakyat menunggu hasil, bukan hanya rangkaian acara." Tutupnya. 

Editor : Ganda Pasaribu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??