Enam Lokasi Diduga Jadi Arena Sabung Ayam di Gunungsitoli, Polisi Dua Kali Bergerak, Arena Selalu Kosong
Koreksi News
... menit baca
GUNUNGSITOLI // KoreksiNews – Dugaan maraknya praktik sabung ayam yang disertai perjudian di wilayah Kota Gunungsitoli kembali menjadi perhatian publik. Meski disebut telah berlangsung selama berbulan-bulan, aktivitas tersebut diduga masih terus beroperasi tanpa penindakan yang efektif.
Sorotan itu disampaikan aktivis muda Kepulauan Nias, Helpin Zebua, yang mengaku telah melakukan penelusuran langsung ke sejumlah lokasi yang diduga menjadi arena sabung ayam di wilayah hukum Polres Nias.
Menurut Helpin, sedikitnya terdapat enam lokasi yang diduga rutin dijadikan tempat penyelenggaraan sabung ayam. Kegiatan tersebut disebut paling ramai berlangsung setiap Minggu sore, namun juga digelar pada Kamis, Jumat, dan Sabtu sore.
"Saya turun langsung ke lapangan dan melihat aktivitas yang diduga disertai praktik perjudian ini sudah berlangsung cukup lama. Namun sampai sekarang belum terlihat adanya penindakan yang benar-benar menghentikan kegiatan tersebut maupun perhatian serius dari Pemerintah Kota Gunungsitoli," ujar Helpin ketika dikonfirmasi KoreksiNews via Whatsapp. Selasa(7/07/2026).
Ia mengaku mengetahui lokasi-lokasi yang dimaksud, meski belum mengetahui secara pasti siapa pihak yang bertanggung jawab sebagai pengelola.
Helpin mengatakan dirinya menyampaikan persoalan ini bukan untuk mencari sensasi, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap penegakan hukum di Kota Gunungsitoli.
"Bisa saja aparat belum mengetahui atau ada kendala lain sehingga belum ada tindakan. Saya siap menghadapi risiko intimidasi. Yang terpenting, praktik yang diduga melanggar hukum ini dapat dihentikan," tegasnya.
Di sisi lain, berdasarkan keterangan dari sumber yang dapat dipercaya dan meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, pihak kepolisian sebenarnya telah merespons laporan masyarakat dengan mendatangi sejumlah lokasi yang diduga menjadi arena sabung ayam sebanyak dua kali. Namun, setiap kali petugas tiba di lokasi, aktivitas tersebut diduga telah lebih dahulu dibubarkan.
"Dua kali polisi turun ke beberapa lokasi. Tetapi ketika petugas sampai, sudah tidak ada lagi aktivitas. Terakhir hanya ayam yang berhasil diamankan karena masih tertinggal di gelanggang. Ada sekitar tiga orang di lokasi, tetapi mereka mengaku hanya menonton. Itu yang menjadi kendala," ungkap sumber tersebut.
Sumber itu menduga adanya kebocoran informasi sehingga setiap rencana operasi aparat lebih dahulu diketahui oleh pihak yang berada di lokasi.
"Saya menduga sistem mereka sudah terkoordinasi. Seolah-olah setiap ada pergerakan aparat, informasi sudah bocor lebih dulu. Akibatnya, ketika petugas datang, lokasi sudah kosong dan yang tersisa hanya gelanggang," ujarnya.
Meski demikian, kepolisian tidak akan menghentikan upaya penertiban. Masyarakat juga diminta berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang diduga mengandung unsur perjudian.
"Sekalipun nantinya masih ada hambatan dalam melakukan penangkapan, kehadiran polisi melalui patroli rutin setidaknya dapat mempersempit ruang gerak mereka sehingga tidak leluasa beroperasi," kata sumber tersebut.
Ketika dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Nias, AKP Soni.Z.,S.H. membenarkan bahwa pihak Polres Nias telah menindaklanjuti informasi tersebut dan hasilnya, arena sabung ayam tersebut telah kosong.
" Benar, personel sudah menindaklanjuti laporan tersebut dan sudah 2 kali turun, tetapi hasilnya, tidak ditemukan adanya orang, personil hanya mengaman gelanggang dan satu ekor ayam di lokasi tersebut," jawab Kasat Reskrim.
Liputan : Ganda Pasaribu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
