Konfirmasi Terkait Proyek SMA Sukma Nias, PPK diduga Blokir Whatsapp Wartawan
Koreksi News
... menit baca
GUNUNGSITOLI // KoreksiNews - Pelaksanaan proyek revitalisasi SMA Negeri Unggulan Sukma Nias terus menjadi perhatian publik. Sejumlah persoalan di lapangan telah disampaikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Faisyal Hartawan Isma, untuk memperoleh penjelasan resmi.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, pertanyaan yang diajukan KoreksiNews.com belum mendapatkan jawaban. Komunikasi melalui WhatsApp yang digunakan untuk meminta konfirmasi juga diketahui tidak lagi dapat dilakukan karena nomor KoreksiNews diduga telah diblokir.
Permintaan konfirmasi tersebut bukan tanpa alasan. Sebelumnya, muncul berbagai sorotan masyarakat terhadap proyek revitalisasi sekolah tersebut. Sorotan itu antara lain menyangkut material yang digunakan dalam pekerjaan konstruksi, dugaan penggunaan pasir laut, aktivitas pengecoran ketika hujan, hingga ambruknya tembok pembatas.
KoreksiNews berupaya meminta penjelasan langsung kepada PPK agar informasi yang beredar di tengah masyarakat tidak hanya berasal dari satu pihak.
Dalam pesan yang dikirimkan, KoreksiNews secara khusus meminta PPK menjelaskan progres pekerjaan dan memastikan apakah pelaksanaan proyek masih sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Pertanyaan berikutnya menyangkut material pasir yang digunakan. PPK diminta menjelaskan asal material tersebut serta apakah telah dilakukan pemeriksaan atau pengujian sebelum material digunakan dalam pekerjaan.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah kegiatan pengecoran ketika kondisi hujan. KoreksiNews meminta penjelasan dari sisi teknis mengenai prosedur yang diterapkan serta bagaimana pengawasan dilakukan agar kualitas hasil pekerjaan tetap memenuhi ketentuan teknis.
Tidak kalah penting, PPK juga diminta menjelaskan mengenai ambruknya tembok pembatas di lokasi proyek.
Peristiwa tersebut membutuhkan penjelasan agar publik mengetahui penyebabnya, apakah berkaitan dengan faktor teknis, kondisi konstruksi, faktor lingkungan, atau sebab lainnya. Namun, sampai saat ini belum ada penjelasan resmi yang diterima KoreksiNews dari PPK.
Sebagai proyek yang berkaitan dengan fasilitas pendidikan dan menggunakan anggaran pemerintah, pelaksanaannya tentu menjadi bagian dari kepentingan publik.
Transparansi mengenai progres pekerjaan, penggunaan material, pengawasan mutu, serta penanganan apabila terjadi persoalan di lapangan menjadi penting agar masyarakat tidak hanya melihat hasil akhir pembangunan, tetapi juga mengetahui bagaimana proses pekerjaan tersebut dilaksanakan.
Permintaan konfirmasi yang dilakukan KoreksiNews juga dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada PPK menyampaikan fakta dan penjelasan dari sisi pemerintah maupun pengelola proyek.
Dengan demikian, setiap dugaan yang berkembang di masyarakat dapat diuji melalui keterangan pihak yang memiliki kewenangan dan pengetahuan langsung mengenai proyek.
Namun, alih-alih memperoleh jawaban atas pertanyaan tersebut, komunikasi melalui WhatsApp kini tidak dapat dilakukan.
Belum diketahui alasan mengapa nomor KoreksiNews tidak lagi dapat menghubungi WhatsApp PPK. KoreksiNews tidak ingin berspekulasi mengenai alasan pemblokiran tersebut.
Ketika diminta tanggapannya, Anggota DPRD Sumut Pdt. Berkat Kurniawan Laoli sangat menyayangkan sikap rekanan dan PPK yang tidak menanggapi konfirmasi wartawan, Ia menjelaskan konfirmasi yang dilakukan wartawan bukanlah bentuk untuk mencari-cari kesalahan, melainkan bagian dari tugas jurnalistik untuk memperoleh informasi yang jelas dan berimbang sebelum disampaikan kepada masyarakat.
Berkat menegaskan, PPK seharusnya tidak menghindari pertanyaan wartawan maupun publik. Justru, setiap persoalan yang muncul dalam pelaksanaan proyek perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Sudah seharusnya PPK menjawab semua pertanyaan wartawan dan publik. Jangan ada yang ditutup-tutupi, harus transparan. Kalau PPK tidak sanggup menjalankan tugasnya dengan baik, baiknya mundur saja,” tegas Berkat ketika di konfirmasi via Whatsapp, Rabu(9/9/2026).
Ia berharap pihak yang bertanggung jawab terhadap proyek revitalisasi SMA Negeri Unggulan Sukma Nias dapat membuka ruang komunikasi dan memberikan penjelasan secara transparan terhadap setiap persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.
"Bila perlu PPK 1 x dalam seminggu memberikan laporan progres ke publik sebagai bentuk menghormati keterbukaan informasi publik."ujarnya.
Editor: Ganda Pasaribu.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
