Cuaca Ekstrim Picu Banjir Dan Longsor Di Enam Lokasi, Bupati Dairi Himbau Warga Untuk Waspada
Koreksi News
... menit baca
DAIRI // KoreksiNews - Hujan berintensitas tinggi memicu bencana disejumlah wilayah kabupaten Dairi, mulai dari banjir, tanah longsor, kerusakan lahan pertanian dan insfratruktur jalan hingga pohon tumbang yang menggangu akses transportasi masyarakat.
Berdasarkan informasi yang didapat enam lokasi yang terdampak yakni Dusun 5 Sukumblin Desa Lae Ambat kecamatan Silima Pungga-pungga, jalan penghubung Desa Pasir Mbelang-Pasir Tengah dan Simpang Renun-Lau Njuhar 1 di kecamatan Tanah Pinem, Dusun Huta Passur Desa Janji kecamatan Siempat Nempue Hilir, Jalan Lae Pondom kecamatan Silahisabungan serta jalan menuju TWA Sicike-cike Desa LaeHole 2 kecamatan Parbuluan.
Salah satu kejadian terparah di Dusun 5 Sukumblin Desa Lae Ambat pada hari Jumat,23/10/2026 sekitar pukul 22.00 WIB. Selain itu, delapan titik jalan usaha tani mengalami kerusakan akibat longsor dan satu unit jembatan dilaporkan hanyut terbawa arus, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Menindaklanjuti kejadian itu, satgas BPBD Dairi melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) melakukan peninjauan lapangan, pendataan kerusakan serta pengumpulan informasi untuk menentukan kebutuhan penanganan darurat dan pemulihan pasca bencana.
Mengetahui informasi itu, Bupati Dairi Vickner Sinaga melalui Plt Kepala BPBD menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana akibat hujan berintensitas tinggi, terutama warga yang tinggal di kawasan rawan longsor, bentaran sungai serta wilayah yang memiliki akses jalan dengan kondisi tanah labil.
Bupati Dairi juga mengingatkan seluruh Dinas dan OPD terkait agar peka dan responsif terhadap perkembangan situasi, serta proaktif menyampaikan informasi peringatan dini kepada masyarakat.
Informasi yang cepat, tepat dan mudah dipahami merupakan bagian penting dari mitigasi bencana sejak dini dengan tetap meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan memperkuat koordinasi lintas sektor.(PS).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
