E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Bang YD Bongkar 5 Karakter Kunci Kesuksesan Para Milyarder, Mahasiswa STAI NIAS Diajak Berani Berwirausaha

GUNUNGSITOLI // KoreksiNews
- Kesuksesan finansial tidak semata-mata ditentukan oleh kecerdasan, modal besar, atau keberuntungan. Kejujuran, disiplin, kemampuan membangun hubungan, kerja keras, dan kecintaan terhadap pekerjaan justru menjadi karakter penting yang perlu dibangun sejak dini.

Pesan tersebut disampaikan Dr. (H.C.) Yusman Dawolo, M.Kom.I., atau yang akrab disapa Bang YD, saat memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) NIAS, Gunungsitoli, Senin (2/11/2026).

Dalam paparannya, Bang YD mengangkat temuan Thomas J. Stanley, Ph.D., dalam buku The Millionaire Mind (2001), khususnya Bab 2 tentang Success Factors atau faktor-faktor kesuksesan.

Stanley melakukan penelitian terhadap 733 jutawan dan mengidentifikasi 30 faktor yang berkaitan dengan pencapaian finansial mereka. Dari 30 faktor tersebut, Bang YD menyoroti lima faktor pertama yang dinilai sangat relevan untuk membangun karakter mahasiswa agar mampu menghadapi dunia kerja dan kewirausahaan.

“Kalau kita ingin sukses, jangan hanya bertanya berapa besar modal yang harus kita miliki atau berapa tinggi pendidikan yang harus kita tempuh. Kita juga harus bertanya, karakter apa yang harus kita bangun agar mampu mencapai kesuksesan,” ujar Bang YD.

1. Kejujuran: Fondasi Kepercayaan dan Kesuksesan

Faktor pertama adalah being honest with all people, yakni bersikap jujur kepada semua orang.

Menurut Bang YD, kejujuran bukan sekadar nilai moral, melainkan fondasi penting dalam membangun kepercayaan, baik dalam kehidupan sosial maupun dunia usaha.

Seorang pengusaha dapat memiliki produk yang bagus, strategi pemasaran yang hebat, dan modal yang besar. Namun, ketika ia kehilangan kepercayaan pelanggan, mitra, atau karyawannya, keberlangsungan usahanya dapat terancam.

Mahasiswa, kata Bang YD, harus membiasakan kejujuran sejak di bangku kuliah. Tidak menyontek, tidak memanipulasi data, tidak mengambil hak orang lain, dan berani mengakui kesalahan merupakan latihan karakter yang akan membentuk integritas ketika memasuki dunia profesional.

“Jangan membangun kesuksesan dengan kebohongan. Keuntungan mungkin bisa diperoleh sesaat melalui ketidakjujuran, tetapi kepercayaan yang hilang sangat sulit untuk dikembalikan,” tegasnya.

Ia mengajak mahasiswa memahami bahwa reputasi merupakan aset yang nilainya dapat melampaui uang. Orang yang dipercaya akan lebih mudah membangun kerja sama, memperoleh pelanggan, dan mendapatkan kesempatan.

2. Disiplin: Mengubah Keinginan Menjadi Kenyataan

Faktor kedua adalah being well disciplined, yaitu memiliki disiplin yang baik.

Bang YD menjelaskan bahwa banyak orang memiliki impian besar, tetapi tidak semuanya memiliki kebiasaan yang konsisten untuk mewujudkan impian tersebut.

Keinginan menjadi pengusaha sukses, misalnya, tidak akan berarti apabila seseorang tidak disiplin belajar, tidak mengatur waktu, tidak menjalankan rencana, dan selalu menunda pekerjaan.

Disiplin berarti tetap melakukan hal yang benar meskipun tidak ada orang yang mengawasi.

Bagi mahasiswa, disiplin dapat dimulai dengan datang tepat waktu, menyelesaikan tugas, mengatur jadwal belajar, membaca buku, dan membangun kebiasaan produktif.

Dalam dunia usaha, disiplin juga berarti menjaga kualitas produk, memenuhi janji kepada pelanggan, mencatat keuangan, serta konsisten menjalankan strategi bisnis.

“Orang sukses bukan hanya orang yang memiliki target besar. Mereka adalah orang yang mampu mendisiplinkan dirinya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil secara konsisten,” ungkap Bang YD.

Ia mengingatkan bahwa masa depan seseorang sering kali dibentuk oleh kebiasaan sehari-hari yang dilakukan berulang kali.
3. Kemampuan Bergaul: Kesuksesan Tidak Dibangun Sendirian

Faktor ketiga adalah getting along with people, yakni kemampuan menjalin hubungan baik dengan orang lain.

Bang YD menilai bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis atau kecerdasan individual. Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, memahami orang lain, dan membangun hubungan yang sehat juga sangat penting.

Dalam dunia kewirausahaan, seorang pengusaha harus berhubungan dengan pelanggan, pemasok, karyawan, mitra usaha, dan berbagai pihak lainnya.

Kemampuan membangun hubungan yang baik dapat membuka peluang, memperkuat kerja sama, serta membantu seseorang menyelesaikan persoalan yang tidak dapat diatasi sendirian.

Mahasiswa juga perlu belajar menghargai perbedaan pendapat, mendengarkan orang lain, bekerja dalam tim, dan menghindari sikap merasa paling benar.

“Jangan menjadi orang yang pintar tetapi sulit bekerja sama. Dalam kehidupan nyata, kita membutuhkan ilmu sekaligus kemampuan membangun hubungan dengan manusia,” kata Bang YD.

Ia menegaskan bahwa kemampuan bergaul bukan berarti harus menyenangkan semua orang, melainkan mampu membangun hubungan yang dilandasi rasa hormat, kepercayaan, dan komunikasi yang baik.

4. Dukungan Pasangan: Kesuksesan Membutuhkan Lingkungan yang Menguatkan

Faktor keempat adalah having a supportive spouse, yakni memiliki pasangan yang memberikan dukungan.

Menurut Bang YD, perjalanan membangun usaha dan mencapai kesuksesan sering kali menghadirkan tekanan, ketidakpastian, dan pengorbanan.

Dalam situasi tersebut, dukungan pasangan dapat menjadi sumber kekuatan emosional dan motivasi untuk terus bertahan.

Dukungan tersebut dapat berupa komunikasi yang terbuka, saling memahami, menghargai tujuan masing-masing, serta bekerja sama dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Namun, Bang YD menekankan bahwa dukungan pasangan bukan berarti seseorang harus bergantung sepenuhnya kepada orang lain. Kesuksesan tetap membutuhkan tanggung jawab, usaha, dan kemampuan mengambil keputusan secara mandiri.

Bagi mahasiswa yang belum menikah, nilai yang dapat dipelajari adalah pentingnya membangun lingkungan yang mendukung pertumbuhan diri, termasuk keluarga, sahabat, guru, dan mentor.

“Pilih dan bangun lingkungan yang mendorong kita menjadi lebih baik. Orang-orang terdekat seharusnya menjadi sumber kekuatan untuk bertumbuh, bukan alasan untuk berhenti berkembang,” ujarnya.

5. Kerja Keras: Kesuksesan Membutuhkan Usaha Nyata

Faktor kelima adalah working harder than most people, yakni bekerja lebih keras dibandingkan kebanyakan orang.

Bang YD menjelaskan bahwa impian besar harus diikuti dengan usaha nyata. Tidak cukup hanya memiliki ide, membaca buku motivasi, atau berbicara tentang kesuksesan tanpa melakukan tindakan.

Seorang calon pengusaha harus berani mempelajari pasar, menawarkan produk, melayani pelanggan, memperbaiki kualitas, dan menghadapi berbagai tantangan dalam proses membangun usaha.

Mahasiswa yang ingin menjadi pengusaha juga tidak harus menunggu lulus untuk mulai belajar. Mereka dapat memulai dari usaha sederhana, menguji ide bisnis, dan memperoleh pengalaman langsung.

Meski demikian, Bang YD mengingatkan bahwa kerja keras bukan berarti bekerja tanpa arah atau mengabaikan kesehatan. Kerja keras harus disertai strategi, keterampilan, evaluasi, dan kemampuan mengelola waktu.

“Jangan hanya bekerja keras untuk menyelesaikan tugas. Bekerjalah dengan tujuan membangun kemampuan. Setiap pengalaman harus membuat kita semakin terampil, semakin matang, dan semakin dekat dengan tujuan,” tuturnya.

Bang YD: Ubah Karakter, Maka Peluang Masa Depan Akan Terbuka

Bang YD menegaskan bahwa lima faktor tersebut bukan formula instan untuk menjadi jutawan. Namun, temuan penelitian Thomas J. Stanley dapat menjadi bahan refleksi bagi mahasiswa tentang karakter yang perlu dibangun dalam perjalanan menuju kesuksesan.

Ia mengajak mahasiswa STAI NIAS untuk tidak hanya menjadikan pendidikan sebagai jalan memperoleh gelar atau mencari pekerjaan, tetapi juga sebagai proses membangun kualitas diri, kemandirian, dan kemampuan menciptakan peluang.

Menurutnya, perubahan masa depan harus dimulai dari perubahan sikap hari ini.

Mahasiswa yang ingin menjadi pengusaha perlu membangun kejujuran agar dipercaya, disiplin agar konsisten, kemampuan bergaul agar mampu bekerja sama, lingkungan yang mendukung agar tetap kuat, serta etos kerja agar mampu mewujudkan gagasan menjadi kenyataan.

“Jangan hanya mengagumi orang-orang sukses. Pelajari karakter mereka, tiru kebiasaan baiknya, lalu praktikkan dalam kehidupan kita sendiri. Kesuksesan bukan sekadar sesuatu yang kita impikan, tetapi sesuatu yang harus kita perjuangkan melalui sikap dan tindakan,” tutup Bang YD.. 

Editor: Ganda Pasaribu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??