Oknum Guru SMA di Nias Utara diduga Pukul Siswa di Laporkan di Polres Nias
| Idra Syam Aceh(Orang Tua Korban) ketika memberikan keterangan kepada wartawan koreksinews.com di RSUD dr. M. Thomsen Nias, Senin (1/1/2024) |
Orang tua korban, Idra Syam Aceh sangat menyayangkan tindakan oknum guru berinisial SZ warga Desa Sisobahili Kecamatan Afulu yang diduga melakukan kekerasan fisik terhadap anaknya yang masih di bawah umur dan saat ini terbaring di rumah sakit tidak sadarkan diri.
" DAA adalah anak bungsu saya dari 4 bersaudara dan saat ini kelas 1 di SMAN I Afulu, saya saya menyayangkan tindakan SZ, guru di tempat anak saya belajar ini seharusnya menjadi panutan namun ini maka melakukan kekerasan fisik kepada siswanya dan saat ini terbaring di rumah sakit tidak sadarkan diri," kata Idra Syam Aceh saat ditemui di RSUD dr. M. Thomsen Nias, Senin (1/1/2024).
Jelasnya, kejadian tersebut berawal pada kegiatan apel di halaman sekolah usai selesai ujian, DAA yang sedang mengobrol kepada temannya di lihat oleh Guru berinisial SZ yang pada waktu itu memimpin apel.
"Anak saya waktu itu hanya menanggapi pertanyaan temannya, tapi karena dia paling tinggi dari temannya, hanya anak saya yang di panggil oleh SZ karena terlihat lagi mengobrol. Ketika berada depan, SZ menyuruh mengulangi apa yang dia sampaikan, namun anak saya mengatakan lupa, hal itu diduga membuat SZ langsung menyepak, memukul punggung dan memukul di bagian belakang kepala anak saya hingga tersungkur dan tidak sadarkan diri," paparnya.
Karena tidak sadarkan diri, DAA di bawah ke rumah dan selanjutnya pihak keluarga membawa DAA berobat ke Puskesmas Afulu. Setelah sampai di rumah, korban muntah-muntah satu malaman dan akhirnya dibawa ke RSUD dr. M. Thomsen Nias.
"Waktu di UGD, anak saya sadar dan saya menawarkan air minum kepadanya, tetapi dia malah bertanya siapa saya dan dimana ayahnya. Mendengar hal itu, membuat saya menjadi kesal, sedih dan juga emosi kepada SZ, karena perbuatannya anakku menjadi seperti ini," ucapnya.
Setelah mendapatkan perawatan intensif dari pihak rumah sakit, DAA sempat sadar dan sudah bisa makan, sehingga pihak keluarga memohon agar DA menjalani rawat jalan.
"Waktu di rumah, DA tetap merasakan dampak akibat pukulan tersebut yakni pandangan kabur, kepala pusing, sehingga keluarga kembali membawa ke Puskesmas untuk berobat. Lalu beberapa hari kemudian, anak saya tiba-tiba terjatuh di lantai dan tidak sadarkan diri, kata dokter di Puskesmas, anak saya harus di rujuk ke RSUD dr. M. Thomsen Nias untuk mendapatkan penanganan yang serius," ujarnya.
Idra Syam Aceh mengatakan pihaknya telah melaporkan kejadian ini di Polres Nias karena SZ diduga tidak memiliki Itikad baik dan berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut.
"Masalah ini telah kita laporkan di Polres Nias pada tanggal 21 Desember 2023 yang lalu, Kita sebenarnya tidak ingin memperpanjang masalah ini, namun kita sangat kesal, karena yang bersangkutan sepertinya tidak ada itikad baik, sudah 10 hari anak saya terbaring, SZ tidak pernah melihat anak saya. Saya mengharapkan perhatian bapak Bupati Nias Utara dan saya juga berharap kepada bapak Kapolres Nias agar laporan saya ini segera di proses agar oknum ini mendapatkan hukuman atas perbuatannya." harapnya.
Kanit PPA Satreskrim Polres Nias, IPDA Listono membenarkan laporan tersebut dan mengatakan bahwa perkara tersebut sedang di proses Unit PPA.
" Perkara tersebut sedang kita proses dan kita telah koordinasi dengan pengacara korban, dalam waktu dekat kita akan memanggil para saksi untuk kita ambil keterangan terkait perkara ini." terangnya ketika di konfirmasi melalui Whatsapp. Selasa(2/1/2024).
Ketika di minta tanggapan pihak sekolah mengenai kejadian ini, sampai berita ini di tayangkan, kepala Sekolah yang di hubungi melalui via seluler dan juga via Whatsapp tidak menanggapi dan juga tidak membalas chat wartawan koreksi news walaupun telah di baca yang bersangkutan dengan tanda centang biru dalam chat tersebut.
Ketika di konfirmasi melalui via seluler di nomor telepon SZ, istri SZ yang menerima panggilan tersebut mengatakan bahwa SZ sedang berada di kebun.
" Bapak tidak ada dirumah pak tetapi lagi di kebun, nanti malam baru pulang", ucapnya.(GANDA).