E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Jembatan Idano Moawo Berlubang hingga Truk Terjebak, Kepala UPT JJ Ungkap Penyebab Belum di Kerjakan

GUNUNGSITOLI // KoreksiNews – Sebuah truk berukuran besar terjebak setelah salah satu bannya masuk ke lubang pada lantai Jembatan Idano Moawo, ruas Jalan Provinsi Gunungsitoli–Afia arah Nias Utara, Sabtu malam (5/9/2026).

Insiden tersebut menyebabkan arus lalu lintas dari kedua arah tersendat. Antrean kendaraan mengular hingga proses evakuasi truk selesai dilakukan.

Kondisi ini menjadi perhatian karena Jembatan Idano Moawo merupakan satu-satunya akses pada jalur tersebut dan tidak memiliki jalan alternatif. Gangguan di lokasi pun secara langsung berdampak terhadap kelancaran mobilitas masyarakat.

Salah seorang pengendara yang melintas mengaku khawatir dengan kondisi lantai jembatan yang berlubang, terutama saat malam hari.

“Kalau malam harus lebih hati-hati karena lubangnya tidak selalu kelihatan. Truk tadi saja sampai masuk dan akhirnya kendaraan dari dua arah tertahan. Kami berharap segera diperbaiki. Jangan sampai menunggu ada kecelakaan atau korban baru ditangani,” katanya.

Berdasarkan papan informasi proyek yang berada di lokasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp4,5 miliar untuk pekerjaan Penggantian Lantai Jembatan dan Balok Girder Idano Moawo pada Jalan Provinsi Ruas Gunungsitoli–Afia (25 Meter) di Kota Gunungsitoli (PHTC-5A).

Proyek tersebut tercatat memiliki tanggal kontrak 2 Juli 2026 dan bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026 melalui Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya. Adapun penyedia jasa pekerjaan tersebut adalah CV Surya Sejahtera Perkasa.

Namun, hingga kini kondisi lantai jembatan masih ditemukan berlubang. Salah satu bagian bahkan ditutup menggunakan plat besi, dengan permukaan yang terlihat belum rata.

Kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan kapan pekerjaan yang telah dikontrakkan itu mulai dilaksanakan di lapangan.

Kepala UPT JJ Gunungsitoli Bina Marga Provinsi Sumatera Utara, Dadang Irwansyah Siregar, ST., menjelaskan bahwa pekerjaan di Jembatan Idano Moawo belum dapat dimulai karena pihak rekanan masih menunggu girder jembatan yang didatangkan dari luar daerah.

“Jadi, kita masih menunggu itu. Setelah girder tiba, baru jembatan tersebut bisa kita bongkar. Setelah itu, girder dipasang dan kemudian kita buat jembatan darurat atau Bailey,” jelas Dadang ketika dikonfirmasi via Whatsapp. Kamis(10/09/2026).

Menurutnya, jembatan darurat tersebut nantinya akan digunakan sebagai akses sementara selama proses pekerjaan berlangsung.

“Pekerja nantinya akan mengerjakan pekerjaan tersebut di bawah jembatan darurat itu,” tambahnya.

Editor: Ganda Pasaribu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??