E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Dugaan Pelecehan Seksual di Unit BRI Simpang Barakas Paluta, MADILOG SUMUT Gelar Demo di BRI Kota Medan dan Polda Sumut

MEDAN // Koreksinews
- Dugaan Kekerasan Seksual di Unit BRI Simpang Barakas Padang Lawas Utara, Sekumpulan mahasiswa mengatasnamakan Mahasiswa Berdialektika Dengan Logika Sumatera Utara (MADILOG SUMUT) melakukan unjuk rasa di Kantor Wilayah BRI Kota Medan dan Mapolda Sumatera Utara. Kamis (21/11/2024).

Koordinator Aksi, Arya Saputra Hasibuan mengatakan, korban EC mengakui sering mengalami dugaan kekerasan seksual di unit BRI Simpan Bragas Padang Lawas Utara. 

" Korban berharap bisa tenang bekerja tanpa gangguan, Korban melaporkan kasus tersebut kepada pimpinan Unit BRI, namun mirisnya, tanggal 14 Agustus 2024, pada saat mediasi korban disuruh menandatangani surat perdamaian atau mengundurkan diri jika ingin membawa kasus tersebut ke APH, "terangnya.

Oleh karena itu, MADILOG SUMUT meminta kepada Kakanwil BRI Kota Medan agar memanggil dan memeriksa Pimpinan Cabang BRI Sibuhuan lengkap dengan BRC, URC, dan SPO nya karena kuat dugaan meng back up pelaku tindak pidana kekerasan seksual dan jika perlu copot mereka karena di nilai tidak profesional dalam menjalankan tugasnya. 

" Oleh karena itu, Madilog meminta kepada Kakanwil BRI Kota Medan agar segera memberikan surat PHK kepada (ADH) sebagai kariawan BRI yang di duga telah melakukan tindak pidana kekerasan seksual dan sudah mencoreng nama baik BRI," ujarnya.

Arya melanjutkan, alangkah anehnya (ADH) yang di duga pelaku tindak pidana kekerasan seksual bukannya di beri sangsi malah kami dengar kabar malah naik jabatan, yang awalnya Teller magang sekarang duduk sebagai costomer service.

Selama MADILOG SUMUT Aksi tidak ada satu pun pihak Kanwil BRI Kota Medan yang mau menanggapi mahasiswa, setelah di tanyakan kepada polisi yang bertugas mengkawal Aksi jawabannya.

" Tidak ada yang mau menanggapi dek, alasannya, karena kasus ini sudah di bawa ke ranah hukum di Polres Tapsel, sehingga tidak ada yang bisa berkompeten menjawab aksi kalian" ucap polisi yang mengkawal aksi

Karena kecewa mendengar jawaban tersebut massa aksi menerobos ke dalam kantor namun di cegah oleh satpam dan bahkan sampe dorong-dorongan.

Setelah dua jam massa menyampaikan aspirasi di Kanwil BRI Kota Medan tidak di tanggapi akhirnya massa melanjutkan Aksi ke Mapolda Sumatera Utara.
Yuswar Hidayat Lubis Koordinator Lapangan mengatakan, meminta kepada Kapolda Sumatera Utara agar mendesak Kapolres Tapanuli Selatan untuk memproses Laporan Nomor Polisi: STTLP/B/309/VIII/2024/SPKT/POLRES TAPANULI SELATAN/POLDA SUMATERA UTARA tentang dugaan tindak pidana kekerasan seksual

Tidak berapa lama kemudian Mulyadi bagian pengawas penyidikan (Wassidik) Direktor Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut menanggapi aspirasi mahasiswa

"Laporan si korban ini sudah 3 bulan dan sudah di proses, saya tadi koordinasi dengan penyidiknya, tunggu saja proses selanjutnya, kalau ingin tau sejauh mana proses penyidikannya minta saja SP2HP ke penyidiknya, kalau adik-adik tidak terima dengan apa yang tercantum di SP2HP buat saja nanti aduan masyarakat (Dumas) di wasidik, nanti kita tampung dan bahkan kita atensikan, terkait laporan ini akan kami awasi dan terus akan kami pantau" ucap mulyadi

Yuswar mengucapkan terimakasi banyak tanggapan yang diberikan oleh bagian pengawas penyidikan (Wassidik) Direktor Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut. 

" Terimakasih atas tanggapannya pak, kami mahasiswa MADILOG SUMUT akan terus mengkawal kasus ini dan kami akan kembali lagi dengan massa yang lebih banyak sampai kasus ini betul-betul di usut tuntas, tutup Yuswar.(Mickael Harahap). 
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??